Penutupan pemerintah AS telah membekukan proses peninjauan SEC terhadap cryptocurrency. Saat ini, Komisi mengelola volume yang belum pernah terjadi sebelumnya, lebih dari 150 permohonan ETF kripto, dengan keputusan yang tertunda tanpa batas waktu. Di antaranya termasuk proposal untuk instrumen derivatif XRP, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Litecoin (LTC), serta aset lainnya.
Efek domino: tenggat waktu kedaluwarsa dan pemohon menunggu
Beberapa berkas telah melewati tanggal penyelesaian mereka tanpa mengeluarkan keputusan apa pun. Contoh yang menonjol adalah permohonan Canary Capital untuk ETF berbasis LTC, yang tenggat waktunya berakhir tanpa tanggapan dari badan tersebut. Penumpukan penundaan ini menciptakan kekosongan informasi yang memicu spekulasi di pasar.
Kebekuan administratif ini tidak hanya mempengaruhi pemohon, tetapi juga memperburuk ketidakpastian di antara peserta pasar. Investor mencari kejelasan tentang aset mana yang akan disetujui dan kapan, informasi yang tidak dapat diberikan SEC selama penutupan.
Proyeksi para ahli: menuju krisis backlog
Menurut analisis dari para spesialis ETF di sektor keuangan, jumlah permohonan yang tertunda bisa mencapai 200 dalam beberapa bulan mendatang. Penumpukan ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: sementara minat institusional terhadap produk kripto yang terdaftar meningkat, kapasitas administratif regulator terancam.
Penundaan yang berkepanjangan bukan sekadar birokrasi. Ini menjadi hambatan dalam adopsi institusional terhadap aset kripto dan memperkuat volatilitas spekulatif di pasar terdesentralisasi, di mana investor mencari alternatif karena kurangnya kejelasan regulasi resmi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Paralisis regulatori SEC memblokir lebih dari 150 permohonan ETF aset digital
Penutupan pemerintah AS telah membekukan proses peninjauan SEC terhadap cryptocurrency. Saat ini, Komisi mengelola volume yang belum pernah terjadi sebelumnya, lebih dari 150 permohonan ETF kripto, dengan keputusan yang tertunda tanpa batas waktu. Di antaranya termasuk proposal untuk instrumen derivatif XRP, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Litecoin (LTC), serta aset lainnya.
Efek domino: tenggat waktu kedaluwarsa dan pemohon menunggu
Beberapa berkas telah melewati tanggal penyelesaian mereka tanpa mengeluarkan keputusan apa pun. Contoh yang menonjol adalah permohonan Canary Capital untuk ETF berbasis LTC, yang tenggat waktunya berakhir tanpa tanggapan dari badan tersebut. Penumpukan penundaan ini menciptakan kekosongan informasi yang memicu spekulasi di pasar.
Kebekuan administratif ini tidak hanya mempengaruhi pemohon, tetapi juga memperburuk ketidakpastian di antara peserta pasar. Investor mencari kejelasan tentang aset mana yang akan disetujui dan kapan, informasi yang tidak dapat diberikan SEC selama penutupan.
Proyeksi para ahli: menuju krisis backlog
Menurut analisis dari para spesialis ETF di sektor keuangan, jumlah permohonan yang tertunda bisa mencapai 200 dalam beberapa bulan mendatang. Penumpukan ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: sementara minat institusional terhadap produk kripto yang terdaftar meningkat, kapasitas administratif regulator terancam.
Penundaan yang berkepanjangan bukan sekadar birokrasi. Ini menjadi hambatan dalam adopsi institusional terhadap aset kripto dan memperkuat volatilitas spekulatif di pasar terdesentralisasi, di mana investor mencari alternatif karena kurangnya kejelasan regulasi resmi.