Deret angka yang ditemukan oleh matematikawan Italia Leonardo dari Pisa pada abad ke-13 mengikuti pola sederhana namun menakjubkan: setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya (1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144…). Yang membuat deret ini istimewa adalah hubungan matematis dasarnya: rasio antara angka berturut-turut mendekati 1,618, dikenal sebagai rasio emas atau angka keemasan.
Rasio Emas dalam Alam dan Pasar
Rasio ajaib ini bukan sekadar kebetulan matematis. Orang kuno sudah mengetahuinya – muncul dalam Elemen Euclides (300 SM), digunakan dalam pembangunan bentuk geometris yang sempurna. Dalam alam, kita menemukannya pada spiral kerang, jarak antar daun, galaksi, bahkan proporsi tubuh manusia. Ilmuwan Eduard Soroko mengamati bahwa segala sesuatu yang tumbuh dan berusaha menempati ruangnya secara alami mengikuti rasio ini.
Di pasar keuangan, trader mengenali pola yang sama. Karena semua peserta melihat grafik yang sama dan menerapkan alat yang sama, deret Fibonacci menjadi bahasa umum yang sering kali memprediksi perilaku harga secara mengejutkan.
Level Fibonacci dalam Praktik
Menggunakan Fibonacci itu sederhana: identifikasi tren yang jelas, tandai puncak dan lembahnya, lalu tarik grid di atas grafik. Level utama muncul kemudian:
Koreksi:
38,2% (0,382)
50,0% (0,5)
61,8% (0,618) – yang paling terpercaya
Level Menengah:
23,6% (0,236)
76,4% (0,764)
Ekstensi (ketika harga bergerak melewati):
100% (1,0)
138,2% (1,382)
161,8% (1,618)
Beroperasi dalam Tren Naik
Ketika pasar naik, koreksi (pullback) adalah peluang. Grid Fibonacci menyediakan level yang akurat untuk masuk kembali membeli, memanfaatkan retracement sebelum melanjutkan tren naik. Level ini juga membantu menentukan di mana menempatkan stop-loss secara rasional, melindungi posisi Anda.
Beroperasi dalam Tren Turun
Dalam pasar yang menurun, konfirmasi muncul saat harga terkoreksi hingga 50% atau 61,8% sebelum melanjutkan ke titik terendah baru. Grid ini membantu mengidentifikasi titik resistance sementara tersebut.
Mengapa Fibonacci Berfungsi
Jawabannya sederhana: berfungsi karena semua orang menggunakannya. Dalam analisis teknikal, alat ini menjadi kuat saat mendapatkan perhatian kolektif. Selain itu, alam semesta sendiri tampaknya cenderung ke rasio 0,618 – menjadikan Fibonacci lebih dari sekadar konvensi, tetapi sebuah prinsip alami pasar.
Namun, sadari keterbatasannya: Fibonacci bukan solusi ajaib, melainkan alat bantu yang kokoh. Gunakan untuk mengidentifikasi amplitudo pergerakan dan level support serta resistance kritis. Padukan dengan pola candlestick, analisis struktur tren, dan pemahaman yang jelas tentang arah pasar untuk hasil terbaik.
Tingkatkan Pengetahuan Anda
Bagi yang ingin menguasai topik ini, karya-karya berikut menawarkan perspektif tambahan:
“The Elliott Wave Principle” (A. Frost dan R. Prechter): Dasar-dasar klasik teori gelombang
“Disobedient Markets” (B. Mendelbrot dan R. Hudson): Pandangan modern tentang fraktal dan ritme pasar
“Trading Chaos” (B. Williams): Metode lanjutan penghitungan gelombang
“Deret Fibonacci: Aplikasi dan Strategi untuk Trader” (R. Fisher): Aplikasi praktis Fibonacci dalam strategi nyata
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Cara Menerapkan Fibonacci dalam Analisis Teknikal Cryptocurrency
Deret angka yang ditemukan oleh matematikawan Italia Leonardo dari Pisa pada abad ke-13 mengikuti pola sederhana namun menakjubkan: setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya (1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144…). Yang membuat deret ini istimewa adalah hubungan matematis dasarnya: rasio antara angka berturut-turut mendekati 1,618, dikenal sebagai rasio emas atau angka keemasan.
Rasio Emas dalam Alam dan Pasar
Rasio ajaib ini bukan sekadar kebetulan matematis. Orang kuno sudah mengetahuinya – muncul dalam Elemen Euclides (300 SM), digunakan dalam pembangunan bentuk geometris yang sempurna. Dalam alam, kita menemukannya pada spiral kerang, jarak antar daun, galaksi, bahkan proporsi tubuh manusia. Ilmuwan Eduard Soroko mengamati bahwa segala sesuatu yang tumbuh dan berusaha menempati ruangnya secara alami mengikuti rasio ini.
Di pasar keuangan, trader mengenali pola yang sama. Karena semua peserta melihat grafik yang sama dan menerapkan alat yang sama, deret Fibonacci menjadi bahasa umum yang sering kali memprediksi perilaku harga secara mengejutkan.
Level Fibonacci dalam Praktik
Menggunakan Fibonacci itu sederhana: identifikasi tren yang jelas, tandai puncak dan lembahnya, lalu tarik grid di atas grafik. Level utama muncul kemudian:
Koreksi:
Level Menengah:
Ekstensi (ketika harga bergerak melewati):
Beroperasi dalam Tren Naik
Ketika pasar naik, koreksi (pullback) adalah peluang. Grid Fibonacci menyediakan level yang akurat untuk masuk kembali membeli, memanfaatkan retracement sebelum melanjutkan tren naik. Level ini juga membantu menentukan di mana menempatkan stop-loss secara rasional, melindungi posisi Anda.
Beroperasi dalam Tren Turun
Dalam pasar yang menurun, konfirmasi muncul saat harga terkoreksi hingga 50% atau 61,8% sebelum melanjutkan ke titik terendah baru. Grid ini membantu mengidentifikasi titik resistance sementara tersebut.
Mengapa Fibonacci Berfungsi
Jawabannya sederhana: berfungsi karena semua orang menggunakannya. Dalam analisis teknikal, alat ini menjadi kuat saat mendapatkan perhatian kolektif. Selain itu, alam semesta sendiri tampaknya cenderung ke rasio 0,618 – menjadikan Fibonacci lebih dari sekadar konvensi, tetapi sebuah prinsip alami pasar.
Namun, sadari keterbatasannya: Fibonacci bukan solusi ajaib, melainkan alat bantu yang kokoh. Gunakan untuk mengidentifikasi amplitudo pergerakan dan level support serta resistance kritis. Padukan dengan pola candlestick, analisis struktur tren, dan pemahaman yang jelas tentang arah pasar untuk hasil terbaik.
Tingkatkan Pengetahuan Anda
Bagi yang ingin menguasai topik ini, karya-karya berikut menawarkan perspektif tambahan: