David Portnoy dan jejak tokenomics kontroversial: Dari JAILSTOOL ke GREED2

Pengusaha Amerika Serikat Dave Portnoy telah menjadi figur yang polarizing dalam ekosistem cryptocurrency setelah keterlibatannya dalam berbagai proyek memecoin yang telah meninggalkan investor ritel dengan kerugian signifikan. Tindakan-tindakannya terkait JAILSTOOL, LIBRA, GREED, dan GREED2 menggambarkan pola yang telah memicu perdebatan sengit tentang transparansi dan tanggung jawab dalam peluncuran token.

Awal: JAILSTOOL dan Janji yang Tidak Terpenuhi

Skandal pertama terjadi pada 10 Februari, ketika Portnoy melikuidasi posisi awalnya di JAILSTOOL setelah secara terbuka memastikan bahwa dia akan mempertahankan kepemilikannya. Penjualan tersebut menghasilkan keuntungan sekitar $118.000 di blockchain. Namun, langkah ini diartikan sebagai sinyal kelemahan, menyebabkan token tersebut jatuh lebih dari 80% dalam beberapa jam. Komunitas investor terjebak dalam posisi merugi sementara pendiri Barstool Sports mundur dari posisi tersebut.

LIBRA: Ambiguitas Kontrak dan Diluasi Nilai

Beberapa minggu kemudian, Portnoy berpartisipasi dalam promosi LIBRA, sebuah proyek yang awalnya memberinya sekitar enam hingga 6,5 juta token sebagai kompensasi untuk aktivitas pemasaran. Namun, menurut pernyataannya sendiri di ruang diskusi digital, dia mengembalikan sebagian besar kepemilikan tersebut kepada pendiri proyek setelah menyadari bahwa dia tidak bisa mengungkapkan secara publik kesepakatan kompensasi tersebut.

“Saya tidak bisa menerima koin jika Anda tidak mengizinkan saya menyatakan secara publik bahwa Anda membayar saya dengan koin dan bahwa saya adalah bagian dari proyek,” katanya dalam pernyataan publik. Meski demikian, Portnoy mempertahankan token LIBRA yang dia peroleh secara pribadi, yang kehilangan lebih dari 95% dari nilai awalnya, mengakibatkan kerugian pribadi lebih dari $5 juta.

Keruntuhan token ini dipercepat ketika didukung oleh figur politik terkemuka di wilayah Amerika Latin, yang memicu harga token hingga mencapai maksimum lokal sebesar $0,021 sebelum jatuh kembali. Penurunan ini menghapus lebih dari $105 juta kapitalisasi pasar dalam likuiditas, meninggalkan investor ritel dengan posisi yang benar-benar hancur.

GREED: Volatilitas Ekstrem dan Siklus Keuntungan Cepat

Dalam apa yang tampaknya sebagai strategi restart, Portnoy meluncurkan token GREED hanya satu hari kemudian. Berdasarkan analisis aliran transaksi di blockchain, dia mengumpulkan sekitar 357,92 juta token, mewakili 35,79% dari total pasokan proyek.

Dalam penjelasannya secara publik, Portnoy berargumen bahwa industri memecoin penuh dengan aktor yang bertindak dengan moral ganda: “Banyak orang di ruang ini berpura-pura menjadi otoritas moral ketika yang mereka inginkan sebenarnya adalah merampas aset Anda untuk mendapatkan keuntungan mudah. Setidaknya, tunjukkan kejujuran dengan mengakui ambisi mereka. Token ini adalah koleksi yang merefleksikan realitas tersebut.”

Namun, penjualan lengkap posisinya dalam satu transaksi menyebabkan penurunan harga sebesar 99%. Meski Portnoy melaporkan keuntungan mendekati $258.000, banyak investor mengalami kerugian besar. Catatan transfer di blockchain menunjukkan kasus di mana peserta membeli token seharga sekitar $153.000 hanya untuk melikuidasi posisi mereka seharga $52.000 tiga jam kemudian, menghasilkan kerugian enam digit.

GREED2: Siklus Berulang

Menanggapi kritik yang semakin intens, Portnoy dengan cepat memperkenalkan GREED2 sebagai versi yang lebih baik dari proyek sebelumnya. Token baru ini awalnya mengalami pertumbuhan eksplosif dengan kapitalisasi pasar mencapai $28 juta, tetapi kemudian jatuh ke nilai pasar kurang dari $375.000.

Polanya peluncuran yang cepat diikuti oleh kejatuhan yang menghancurkan telah menimbulkan frustrasi luas di komunitas. Kritikus menunjukkan bahwa Portnoy, yang memiliki kekayaan bersih diperkirakan mencapai $200 juta, terus memanfaatkan peserta skala kecil untuk mendapatkan keuntungan bertahap.

Refleksi Akhir: Transparansi versus Spekulasi

Riwayat David Portnoy dengan proyek tokenomics ini mengungkapkan sebuah model perilaku yang mempertanyakan struktur insentif dari peluncuran memecoin yang cepat. Sementara beberapa pendukung berargumen bahwa dia mengambil risiko yang serupa dengan investor ritel, kenyataan data di blockchain menunjukkan pola di mana posisi awalnya menghasilkan keuntungan sebelum pasar mengalami kontraksi nilai yang signifikan.

Pelajaran utama bagi investor adalah pentingnya menilai secara kritis insentif dari para promotor dan tetap skeptis terhadap janji stabilitas jangka panjang dalam aset yang sangat volatil.

TOKEN2,35%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)