Grup Rakuten Merilis Model Bahasa Besar Berbahasa Jepang Rakuten AI 3.0, Memicu Kontroversi karena Diduga Berbasis Arsitektur DeepSeek

Berita Gate News, pada 17 Maret, Grup Rakuten mengumumkan peluncuran model besar khusus bahasa Jepang Rakuten AI 3.0. Perusahaan menyatakan bahwa model ini menunjukkan performa yang lebih baik daripada model seperti GPT-4o dalam berbagai pengujian standar bahasa Jepang, termasuk budaya dan sejarah Jepang serta kepatuhan terhadap instruksi, dan dikembangkan berdasarkan model komunitas sumber terbuka yang digabungkan dengan data dwibahasanya sendiri. Namun, beberapa pengguna di platform X menemukan bahwa dalam file config.json di halaman Hugging Face proyek tersebut terdapat isi seperti “model_type: deepseek_v3”. Selain itu, saat menjawab pertanyaan terkait, model ini menunjukkan kecenderungan yang jelas lebih condong ke China daripada Jepang. Penemuan ini memicu diskusi di kalangan pengguna mengenai apakah model ini dikembangkan berdasarkan DeepSeek dan seberapa banyak teknologi riset independen Jepang yang terkandung di dalamnya.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar