Peter Brandt, analis pasar yang dianggap legenda dengan hampir 50 tahun pengalaman trading, baru saja mengkritik keras prediksi populer di internet yang menyatakan bahwa Bitcoin bisa naik hingga $500.000.
Alasan utama para optimis didasarkan pada model teknikal “cup and handle” — model yang pernah membantu mendorong harga emas mencapai rekor tertinggi pada awal tahun 2025.
Namun, setelah meninjau grafik yang digunakan untuk prediksi Bitcoin, Brandt menegaskan bahwa struktur saat ini sama sekali bukan model “cup and handle”. Menurutnya, jika menerapkan prinsip-prinsip analisis teknikal klasik secara ketat, grafik Bitcoin saat ini tidak memenuhi kriteria yang diperlukan untuk dikategorikan sebagai model tersebut.
Dengan kata lain, Brandt berpendapat bahwa dasar dari harapan Bitcoin mencapai $500.000 tidak memiliki dasar yang kuat jika hanya mengandalkan model tersebut.
Yang menarik, dia bahkan menyarankan para pembuat prediksi agar “membaca beberapa buku lagi,” yang menunjukkan bahwa interpretasi mereka terhadap pola grafik bersifat amatir.
Perhatian terhadap model “cup and handle” sebagian besar berasal dari perkembangan terbaru di pasar emas. Logam mulia ini telah menyelesaikan sebuah pola “cup” yang berlangsung selama 13 tahun sejak puncaknya pada 2011, kemudian menembus bagian “handle” saat melewati level $2.075/ounce.
Hasilnya adalah lonjakan harga yang signifikan. Hingga Maret 2026, emas diperdagangkan sekitar $5.171/ounce.
Sementara itu, untuk Bitcoin, beberapa analis berpendapat bahwa bagian “handle” sedang terbentuk. Namun, Brandt menolak pandangan ini. Orang lain berpendapat bahwa volatilitas saat ini dari Bitcoin hanyalah fluktuasi dalam kisaran $60.000–$70.000.
Bagaimanapun, trader berpengalaman ini memperingatkan bahwa investor sebaiknya tidak terlalu optimis berdasarkan pola teknikal yang salah dikenali, meskipun Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital” dan banyak orang berharap ia akan meniru jalur pertumbuhan emas.