Gate News, 9 Maret — Imran Khan, pendiri dan mantan Chief Strategy Officer Snap yang juga pendiri perusahaan investasi teknologi Proem Asset Management dengan aset kelolaan sebesar 450 juta dolar AS, baru-baru ini menyatakan bahwa mata uang kripto hampir tidak memiliki tempat dalam strategi investasi AI-nya. Khan menegaskan bahwa logika utama di balik investasi AI adalah peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan mata uang kripto mengikuti logika investasi yang sama sekali berbeda, sehingga keduanya tidak boleh disamakan. Meskipun demikian, Proem tetap memegang posisi dalam beberapa aset seperti CEX (COIN), Robinhood (HOOD), perusahaan penambangan Bitcoin Iren (IREN), dan ETF Bitcoin fisik (IBIT), namun semua ini termasuk dalam portofolio investasi perusahaan yang lebih luas di sektor teknologi, bukan dalam strategi khusus AI.