
Stop price dan limit price merupakan pasangan yang saling melengkapi dalam aktivitas trading. Stop price berfungsi sebagai pemicu—order hanya akan diajukan ketika harga pasar mencapai level ini. Limit price menetapkan batas eksekusi; order hanya akan dieksekusi pada harga tersebut atau lebih baik.
Anda dapat mengibaratkan stop price sebagai “alarm”—begitu pasar menyentuh level tersebut, order Anda dipicu dan masuk ke order book. Limit price berperan sebagai “pagar harga”, memastikan order Anda tidak dieksekusi pada harga yang kurang menguntungkan dari yang Anda tentukan. Kombinasi keduanya membentuk “stop-limit order”, sehingga Anda dapat mengontrol waktu dan rentang harga transaksi secara bersamaan.
Stop price dan limit price umumnya digunakan bersama dalam stop-limit order. Anda menetapkan stop price sebagai pemicu. Setelah dipicu, sistem segera mengajukan limit order ke order book pada limit price yang Anda tentukan.
Contoh: Anda memiliki BTC yang saat ini diperdagangkan di 21.000 USDT dan khawatir akan potensi penurunan harga. Anda menetapkan stop price jual di 20.500 USDT dan limit price di 20.480 USDT untuk 0,5 BTC. Ketika harga pasar menyentuh 20.500, sistem mengajukan limit order jual di 20.480 USDT. Apakah order ini terisi atau tidak, tergantung pada ketersediaan order beli di 20.480 USDT atau lebih tinggi di order book.
Pada spot trading, pemicu biasanya didasarkan pada “last traded price”. Pada contract trading, banyak platform menggunakan “mark price” sebagai pemicu untuk mengurangi dampak transaksi abnormal. Dalam kedua kasus, pemicu hanya mengirimkan order dan tidak menjamin eksekusi.
Perbedaan utama terletak pada fungsi keduanya: stop price menentukan “kapan order diajukan ke pasar”, sedangkan limit price menetapkan “harga maksimum (atau minimum) di mana Anda bersedia bertransaksi”.
Penempatan keduanya juga sangat penting. Untuk stop-limit order jual, limit price umumnya ditetapkan di bawah stop price (misal, stop di 20.500; limit di 20.480) agar peluang eksekusi lebih besar setelah dipicu. Untuk stop-limit order beli, limit price biasanya ditetapkan di atas stop price (misal, stop di 3.000; limit di 3.020) agar lebih mudah menangkap breakout naik. Jika urutannya terbalik, order Anda mungkin tidak valid setelah dipicu.
Menetapkan stop dan limit price di Gate sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya untuk spot trading:
Langkah 1: Buka halaman trading Gate dan pilih pasangan perdagangan yang diinginkan, misalnya BTC/USDT. Pastikan Anda berada di halaman spot atau contract sesuai kebutuhan.
Langkah 2: Pada bagian entri order, pilih tipe order “Stop-Limit”. Jika terdapat “trigger condition”, pilih apakah Anda ingin menggunakan last price atau mark price (untuk contract) sebagai sumber pemicu.
Langkah 3: Masukkan stop price (garis pemicu) dan limit price (harga order yang diajukan). Masukkan juga jumlah yang diinginkan.
Langkah 4: Tinjau pratinjau order Anda untuk memastikan arah (beli atau jual) dan hubungan logis antara harga—misalnya, untuk jual, tetapkan limit price sedikit di bawah stop price agar peluang eksekusi lebih tinggi.
Langkah 5: Setelah mengajukan, pantau “Current Orders” dan “Order History” untuk status pemicu dan eksekusi. Setelah dipicu, limit order Anda akan masuk ke order book; Anda juga dapat memantau order lawan dan level harga di “Order Book”.
Stop dan limit price sangat ideal untuk situasi di mana Anda membutuhkan kontrol eksekusi sekaligus perlindungan harga:
Di halaman spot dan contract trading Gate, skenario ini dapat dikelola melalui fitur “stop-limit” atau kombinasi take-profit/stop-loss—sangat cocok untuk volatilitas pasar kripto 24/7.
Kombinasi stop dan limit price menekankan “pemicu + batas harga”. Market order, sebaliknya, dieksekusi langsung pada harga pasar yang tersedia tanpa perlindungan batas atas atau bawah.
Perbandingan:
Di Gate, jika kecepatan eksekusi menjadi prioritas utama (misal untuk emergency stop-loss), market order lebih tepat. Jika Anda mengutamakan kontrol harga dan manajemen risiko, stop-limit order lebih direkomendasikan.
Risiko dan kesalahpahaman utama meliputi:
Setiap operasi dana memiliki risiko. Sebaiknya mulai dengan jumlah kecil di Gate untuk mengamati perilaku pemicu dan eksekusi sebelum memperbesar posisi.
Stop dan limit price dapat diterapkan dalam strategi perencanaan untuk meningkatkan disiplin trading:
Dengan pendekatan ini, stop dan limit price menjadi alat eksekusi disiplin, bukan sekadar parameter order biasa.
Stop price menentukan “kapan order diajukan”; limit price menentukan “di harga berapa order dieksekusi”. Bersama sebagai stop-limit order, keduanya memberikan kontrol atas waktu dan harga eksekusi. Saat mengatur di Gate, pastikan sumber pemicu dan logika harga sudah tepat. Mulai dengan uji coba skala kecil dan pantau order book serta status eksekusi. Dibandingkan market order, stop-limit order lebih menekankan perlindungan harga yang diinginkan, namun ada kemungkinan keterlambatan eksekusi. Memahami pemicu, likuiditas, dan risiko sangat krusial untuk strategi jangka panjang di pasar kripto.
Saat pergerakan pasar tajam, stop order dapat dieksekusi pada harga yang kurang menguntungkan. Jika pasar meloncat melewati level stop Anda, transaksi akan terisi pada harga pasar saat itu—tidak selalu sesuai stop yang Anda tetapkan—sehingga terjadi slippage. Untuk aset yang sangat volatil, sebaiknya tetapkan jarak stop yang lebih lebar dan pantau rilis berita besar untuk mengelola risiko.
Jika harga pasar tidak pernah mencapai limit price yang Anda tetapkan, order Anda akan tetap terbuka (unfilled) hingga Anda membatalkannya secara manual atau order tersebut kadaluarsa. Dana Anda akan terkunci dan tidak dapat digunakan untuk transaksi lain—Anda juga bisa kehilangan peluang baru. Periksa limit order aktif secara rutin di Gate dan sesuaikan harga secara proaktif mengikuti perubahan pasar agar peluang terisi meningkat.
Jarak stop harus disesuaikan dengan toleransi risiko dan volatilitas aset Anda. Sebagai acuan umum, tetapkan stop dalam batas kerugian maksimum yang dapat diterima—biasanya 2%-5% di bawah harga masuk. Untuk aset lebih volatil, pertimbangkan margin lebih lebar (5%-8%); untuk aset stabil, stop lebih ketat dapat diterapkan. Stop yang terlalu ketat mudah terpicu oleh noise; stop yang terlalu longgar melemahkan kontrol risiko.
Bisa—ini disebut kombinasi stop-limit. Anda dapat menetapkan kondisi pemicu stop bersamaan dengan rentang eksekusi limit. Cara ini mengontrol risiko sekaligus menghindari eksekusi pada harga ekstrem saat pasar turbulen. Di Gate, Anda dapat menempatkan order terpisah atau memanfaatkan fitur order lanjutan untuk kontrol lebih presisi.
Stop order dapat gagal terpicu jika: (1) Harga pasar tidak pernah mencapai level stop yang Anda tetapkan; atau (2) Pasangan trading kekurangan likuiditas untuk eksekusi. Selain itu, gangguan teknis—seperti pemeliharaan exchange atau gangguan jaringan—juga dapat menyebabkan kegagalan sementara. Untuk meminimalkan risiko ini, periksa order terbuka secara rutin, pilih pasangan dengan likuiditas tinggi, dan aktif memantau kondisi saat periode penting.


