
Mint pricing adalah harga jual awal dari sebuah aset digital.
Secara khusus, ini merupakan harga yang ditetapkan untuk NFT atau token ketika pertama kali tersedia di on-chain, baik untuk publik maupun peserta whitelist. Harga ini menjadi titik awal penggalangan dana bagi tim proyek dan acuan biaya bagi peserta. Mint pricing biasanya disertai batas pembelian, jendela waktu tertentu, serta dapat mengikuti mekanisme lelang atau kurva harga yang beragam.
Mint pricing menentukan biaya masuk dan potensi imbal hasil.
Jika mint pricing terlalu tinggi, proyek berisiko tidak terjual habis dan peserta bisa mengalami kerugian. Jika terlalu rendah, bot dapat dengan cepat menguasai pasokan dan target penggalangan dana tidak tercapai. Bagi pengguna, memahami mint pricing membantu menilai kelayakan partisipasi dan menentukan waktu masuk yang optimal. Bagi kreator atau tim, pengaturan mint pricing yang tepat meningkatkan efisiensi penggalangan dana dan keadilan distribusi.
Model yang umum digunakan meliputi harga tetap, lelang, dan kurva dinamis.
Harga Tetap: Proyek menetapkan harga satuan yang jelas (misalnya, 0,05 ETH per item), dengan minting dilakukan berdasarkan siapa cepat dia dapat atau urutan whitelist. Metode ini sederhana dan transparan, tetapi proyek populer bisa mengalami kemacetan jaringan dan persaingan tinggi.
Dutch Auction: Harga menurun seiring waktu hingga ada yang membeli atau mencapai batas minimum. Mekanisme "lebih murah kemudian" ini dapat mengurangi kemacetan dan memberi keleluasaan peserta memilih waktu masuk, meski memerlukan pengaturan harga awal dan laju penurunan yang tepat.
Bonding Curve: Harga meningkat seiring jumlah aset yang diminting bertambah; makin banyak peserta, makin tinggi biayanya—biasa digunakan untuk perilisan terbuka. Bonding curve menyesuaikan harga secara dinamis dengan permintaan, namun membuat biaya masuk di akhir menjadi lebih mahal. Kurva harga bisa linier atau mengikuti fungsi matematika yang lebih kompleks.
VRGDA: Variable Rate Gradual Dutch Auctions secara otomatis menyesuaikan harga berdasarkan kecepatan penjualan dibandingkan target—menaikkan harga jika penjualan terlalu cepat, menurunkan jika penjualan lambat—untuk menstabilkan laju penjualan keseluruhan.
LBP: Liquidity Bootstrapping Pool auction, umumnya untuk peluncuran token, dimulai dengan harga tinggi yang perlahan menyesuaikan dengan permintaan pasar melalui aktivitas trading. Peserta dapat membeli di waktu berbeda, sehingga risiko "dumping" dan manipulasi whale bisa ditekan.
Biaya Gas & Batas Pembelian: Apa pun modelnya, minting on-chain selalu mewajibkan pembayaran gas fee (biaya transaksi jaringan). Fitur umum meliputi batas pembelian per wallet, batas total suplai, dan jendela penjualan bertahap untuk mencegah pembelian massal dan distribusi tidak adil.
Mint pricing digunakan pada peluncuran NFT dan penjualan token.
Peluncuran NFT: Kreator menetapkan harga tetap atau Dutch auction di Ethereum atau jaringan Layer 2. Misalnya, koleksi menawarkan pre-sale whitelist seharga 50 USDT, mint publik 80 USDT, dengan batas dua item per wallet dan jendela penjualan bertahap untuk mengurangi kemacetan.
Penjualan Token: Proyek dapat menggunakan LBP atau IEO berbasis exchange dengan harga awal tinggi yang akan menyesuaikan mengikuti kurva lelang atau trading pasar. Ini membantu mencegah whale langsung memborong seluruh token yang tersedia.
Di Exchange: Contohnya, platform Startup Gate menerbitkan harga langganan, kuota, dan aturan waktu untuk peluncuran token; peserta menggunakan USDT atau aset lainnya. Peluncuran NFT di Gate mencantumkan harga mint, jumlah, dan jendela penjualan, dengan minting dilakukan melalui platform atau wallet on-chain.
Di Layer 2 & Cross-Chain: Untuk mengurangi biaya gas dan kemacetan, banyak proyek diluncurkan di Arbitrum, Base, atau Layer 2 lainnya. Mint pricing tetap serupa atau sedikit disesuaikan, namun biaya partisipasi secara keseluruhan jauh lebih rendah.
Biaya dapat ditekan dengan strategi partisipasi dan aturan tertentu.
Langkah 1: Dapatkan akses whitelist. Banyak proyek menawarkan harga diskon atau alokasi terjamin bagi anggota komunitas awal. Menyelesaikan tugas, berpartisipasi di komunitas, atau memegang akses pass bisa memberikan harga pre-sale di bawah harga publik.
Langkah 2: Pilih periode gas rendah. Kemacetan jaringan meningkatkan total biaya minting meski harga aset sama. Hindari jam sibuk dan event besar untuk menekan pengeluaran.
Langkah 3: Mint di jaringan Layer 2. Jika proyek mendukung Arbitrum, Optimism, atau Base, biaya gas jauh lebih rendah. Dengan harga whitelist, total biaya lebih mudah diprediksi.
Langkah 4: Masuk bertahap, bukan sekaligus. Untuk Dutch auction atau LBP, tetapkan beberapa target harga dan berpartisipasi dalam jumlah kecil secara bertahap untuk mengurangi risiko membeli di harga puncak.
Langkah 5: Gunakan platform seperti Gate untuk peluncuran. Event ini biasanya memiliki harga dan aturan jelas, serta anti-bot dan batas pembelian—membantu menekan biaya premium akibat persaingan dan transaksi gagal.
Langkah 6: Perhatikan ketentuan refund atau buyback. Beberapa proyek menawarkan refund parsial atau kompensasi jika penjualan tidak mencapai target—mengurangi risiko biaya bersih.
Model harga dinamis dan minting di Layer 2 kini menjadi arus utama.
Pada 2025, NFT dan token populer banyak menggunakan Dutch auction atau LBP dengan harga awal dan laju penurunan lebih hati-hati untuk menghindari volatilitas ekstrem. Data menunjukkan harga mint publik NFT populer 10%-60% lebih tinggi dari harga pre-sale, tergantung tema dan permintaan.
Pada Q3-Q4 2025, porsi minting di jaringan Layer 2 meningkat; mainnet Ethereum digunakan untuk peluncuran high-end atau seni, sedangkan koleksi rutin bergeser ke L2. Total biaya partisipasi pengguna (harga mint + gas) turun 30%-80% dibandingkan mainnet.
Dibandingkan 2024, semakin banyak proyek memakai VRGDA atau mekanisme auto-adjust serupa. Laju penjualan makin stabil, dengan penjualan habis biasanya dalam 24-72 jam—kasus penjualan habis instan atau penjualan tersisa lama makin jarang.
Di exchange, IEO dan NFT launch Q4 2025 makin sering menggunakan batas pembelian dan pembukaan bertahap. Multiplier langganan yang dipublikasikan umumnya 3x hingga 20x; kepadatan peserta menurun dan peluang alokasi rata-rata pengguna meningkat.
Satu adalah harga peluncuran, satu lagi adalah listing terendah di pasar sekunder.
Mint pricing adalah harga yang ditetapkan tim proyek atau mekanisme lelang untuk penjualan awal—titik masuk pasar primer. Floor price adalah listing terendah di pasar sekunder, dipengaruhi sentimen holder dan likuiditas. Harga mint menentukan biaya masuk; floor price mencerminkan penerimaan pasar berkelanjutan.
Kedua harga ini tidak harus sama. Jika mint pricing terlalu tinggi untuk permintaan saat ini, floor price bisa turun di bawah harga mint; jika proyek sangat diminati atau langka, floor price bisa melampaui harga mint. Memahami perbedaan ini membantu menentukan apakah perlu ikut saat peluncuran atau menunggu harga di pasar sekunder.
Mint pricing ditetapkan tim proyek NFT saat peluncuran, sementara harga pasar sekunder ditentukan oleh penawaran dan permintaan antara pembeli dan penjual. Setelah NFT diminting dan beredar, hype atau kelangkaan bisa mendorong harga pasar sekunder melampaui harga mint—sebaliknya, harga bisa turun di bawah nilai penerbitan. Perbedaan ini menciptakan peluang arbitrase bagi investor NFT.
Pertama, siapkan wallet (misal MetaMask) dan isi dengan aset yang cukup di chain tujuan—termasuk token native untuk gas fee. Selanjutnya, riset latar belakang tim proyek dan aktivitas komunitas untuk menilai kredibilitas. Disarankan melakukan transaksi uji coba kecil agar familiar dengan proses minting dan penggunaan wallet—mencegah kesalahan saat partisipasi resmi.
Mint pricing sudah ditetapkan oleh tim proyek dan tidak dipengaruhi kemacetan; namun, gas fee langsung meningkatkan biaya partisipasi. Misalnya, saat periode sibuk di Ethereum gas fee bisa melonjak 5-10x dari normal—biaya masuk riil jauh lebih tinggi dari harga mint saja. Pertimbangkan minting di luar jam sibuk (misal pagi hari) atau pilih Layer 2 untuk efisiensi biaya.
Ya—mint pricing berlaku sama bagi semua peserta, baik melalui Gate maupun langsung di situs resmi dengan wallet terhubung. Perbedaan hanya dari gas fee dan keamanan wallet—platform seperti Gate menawarkan risiko lebih rendah karena audit keamanan. Jika menemukan perbedaan harga mint signifikan antar channel, waspadai kemungkinan situs scam.
Tidak—harga mint rendah hanya menandakan biaya masuk lebih ringan, namun tidak menjamin nilai atau apresiasi ke depan. Penting menilai kekuatan tim proyek, keterlibatan komunitas, orisinalitas, dan minat pasar. Banyak proyek harga rendah justru turun di bawah harga penerbitan setelah minting. Selalu lakukan riset sebelum ikut serta; jangan sekadar mengejar harga murah—fokus pada potensi jangka panjang.


