
SingleCoinMaximalist adalah individu yang hanya berinvestasi secara eksklusif pada satu cryptocurrency.
Pengguna tipe ini memusatkan hampir seluruh investasi dan aktivitasnya pada satu aset kripto tertentu—misalnya hanya membeli Bitcoin atau hanya menggunakan ekosistem Ethereum. Motivasi mereka umumnya berasal dari keselarasan kuat dengan teknologi atau filosofi proyek, identitas komunitas, atau keyakinan bahwa kepemilikan terfokus akan memberikan imbal hasil lebih besar. Keunggulannya, mereka dapat melakukan riset lebih mendalam dan eksekusi lebih disiplin; sedangkan risikonya berupa konsentrasi risiko, bias informasi, serta kehilangan peluang di sektor lain.
Perilaku ini dapat sangat memengaruhi hasil investasi Anda dan cara Anda menilai pasar.
Bagi pemula di dunia kripto, memahami fokus pada satu aset ini membantu Anda menyadari jika Anda terjebak dalam “echo chamber” yang hanya berpusat pada satu koin. Hal ini juga menjelaskan mengapa opini komunitas kerap terpolarisasi—komunitas kripto yang berbeda sering mirip dengan basis penggemar olahraga yang saling bersaing, memperkuat pandangan sendiri dan mengabaikan fakta objektif. Mengenali pola ini membantu Anda mengambil keputusan portofolio yang lebih baik dan merancang jalur pembelajaran yang lebih seimbang.
SingleCoinMaximalist umumnya membangun portofolio, sumber informasi, dan proses operasional yang seluruhnya berpusat pada satu cryptocurrency.
Perilaku mereka dapat diamati di bursa, platform DeFi, maupun komunitas sosial.
Risiko dapat dikurangi dengan menata ulang struktur portofolio, proses investasi, dan sumber informasi Anda.
Dalam setahun terakhir, indikator utama adalah pangsa pasar, arus modal, dan tingkat aktivitas.
Misalnya, Bitcoin Dominance merupakan indikator pangsa pasar utama—data historis menunjukkan nilainya berfluktuasi di kisaran 40%–55% sepanjang 2024. Dari 2025 hingga awal 2026, kisaran ini tetap volatil, menandakan persaingan antara narasi “single-leader” dan rotasi multi-sektor.
Dari sisi arus modal, peluncuran spot Bitcoin ETF pada 2024 menjadikan inflow bersih tahunan sebagai metrik penting untuk narasi satu aset. Sepanjang 2025, pasar memantau apakah inflow ini berlanjut; jika iya, para maksimalis cenderung tetap fokus pada satu aset.
Dari sisi aktivitas, pantau wallet aktif harian di mainnet, jumlah komit pengembang, dan pangsa pasar trading spot di bursa. Jika aktivitas mainnet meningkat namun pangsa trading tidak bertambah dalam enam bulan, ini menandakan perhatian mulai bergeser ke sektor lain—berpotensi mengurangi keunggulan strategi satu aset.
Kedua pendekatan ini sangat berbeda dalam tingkat risiko, potensi imbal hasil, dan kebutuhan pembelajaran.
Strategi satu aset ibarat “bertaruh pada satu lintasan”—keuntungannya riset lebih mendalam dan eksekusi lebih sederhana, namun risikonya sangat bergantung pada teknologi dan siklus modal koin tersebut sehingga potensi kerugian bisa sangat besar. Diversifikasi seperti “membeli sekeranjang lintasan”—risiko dari peristiwa tunggal lebih kecil, namun butuh informasi lebih luas dan rebalancing rutin; potensi keuntungan eksplosif jangka pendek biasanya lebih kecil dibanding bertaruh pada satu aset.
Contoh: SingleCoinMaximalist bisa mengalokasikan 90% portofolio pada BTC atau ETH; investor diversifikasi dapat menggunakan struktur 60% aset dasar, 30% sektor pertumbuhan, 10% aset eksplorasi. Tidak ada yang sepenuhnya benar atau salah—yang utama adalah menyesuaikan dengan toleransi risiko, kemampuan riset, dan siklus modal Anda.
SingleCoinMaximalist hanya berfokus pada satu aset kripto; secara teori, memilih koin yang tepat bisa memberikan imbal hasil tinggi. Namun, risikonya juga sangat besar—jika aset pilihan Anda menghadapi masalah teknis, tekanan regulasi, atau penurunan pasar, seluruh investasi Anda bisa hilang. Banyak yang hanya memegang BTC atau ETH memang pernah untung, tapi tidak sedikit pula yang mengalami kerugian besar akibat konsentrasi berlebihan.
Ada kesamaan namun juga perbedaan penting. SingleCoinMaximalist benar-benar percaya pada nilai koin pilihannya dan aktif mempromosikannya; sedangkan “bagholding” merujuk pada tindakan dengan sengaja menyesatkan orang lain agar membeli di harga tinggi demi keuntungan pribadi. Masalahnya, maksimalis yang terlalu fanatik bisa tanpa sadar bertindak seperti promotor—menarik pemula lewat hype irasional hingga akhirnya membuat mereka jadi bagholder. Tetap rasional dan melakukan diversifikasi adalah strategi yang lebih aman.
Sangat tidak disarankan. Pemula umumnya belum memiliki penilaian pasar yang matang; all-in pada satu aset sangat berisiko. Sebaiknya mulai dengan nominal kecil di beberapa koin di platform terpercaya seperti Gate sambil belajar dasar-dasarnya, lalu secara bertahap menyempurnakan strategi. Bahkan investor berpengalaman pun melakukan diversifikasi: dengan begitu Anda bisa memperoleh peluang dari aset yang naik daun sekaligus mengurangi risiko kehilangan total akibat satu titik kegagalan.
Perangkap umum antara lain: survivor bias (hanya fokus pada kisah sukses), confirmation bias (hanya mencari informasi yang mendukung), sunk cost fallacy (enggan cut loss dan terus menambah posisi). Perangkap ini membuat maksimalis cenderung menahan posisi saat pasar turun tanpa membatasi kerugian atau menjadi terlalu optimis saat rebound—berujung pada keputusan irasional di tengah volatilitas pasar. Sangat penting untuk tetap tenang dan rutin meninjau portofolio Anda.
Tanda-tanda umumnya: sering menekankan keunggulan satu koin, meremehkan aset lain, mendorong orang lain untuk all-in, dan lebih mengandalkan keyakinan daripada data. Untuk menghindari pengaruh: kembangkan pemikiran mandiri; dapatkan informasi dari berbagai sumber; rujuk data objektif dari platform seperti Gate, bukan sekadar opini individu. Ingat: pasar kripto sangat berisiko—tidak ada satu pandangan pun yang boleh mendikte keputusan Anda.


