
Long position adalah tindakan membeli atau “go long” pada suatu aset ketika Anda memperkirakan harganya akan naik. Dalam praktiknya, ini berarti Anda membeli aset atau membuka long position, lalu menjualnya atau menutup posisi tersebut setelah harga naik untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga.
Dalam hal ini, "position" menunjukkan porsi atau kepemilikan Anda di pasar. Pada spot trading, Anda benar-benar memiliki aset tersebut; sedangkan di perdagangan derivatif seperti futures atau perpetual contract, long position merupakan taruhan arah dengan margin. Istilah umum yang digunakan adalah “go long” atau “membuka long position”, dan menutup posisi disebut “menutup long”.
Prinsip long position sangat sederhana: jika harga aset naik, nilai posisi Anda bertambah dan Anda memperoleh keuntungan saat posisi ditutup; jika harga turun, nilai posisi berkurang sehingga terjadi kerugian saat ditutup.
Pada spot trading, keuntungan dihitung dari selisih harga jual dan beli. Dalam derivatif, margin dan leverage berperan penting. Margin adalah jaminan, sementara leverage memperbesar potensi profit maupun risiko. Contoh, dengan leverage 5x, kenaikan harga 2% dapat menghasilkan return sekitar 10%—namun, kerugian juga akan meningkat dengan cara yang sama bila harga turun.
Di spot trading, long position dibentuk dengan membeli dan menahan aset secara langsung. Tidak ada leverage dan tidak ada risiko likuidasi paksa; risiko utama Anda adalah fluktuasi harga pasar.
Pada kontrak perpetual atau delivery, long position dibuka dengan margin dan bisa menggunakan leverage, sehingga ada risiko likuidasi (“forced close”) jika margin Anda turun di bawah batas minimum. Selain itu, kontrak perpetual biasanya memiliki “funding rate”, yaitu biaya berkala antara posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak tetap sejajar dengan harga spot: bila funding rate positif, long membayar; jika negatif, long bisa menerima pembayaran.
Untuk membuka long position di pasar spot Gate, Anda cukup membeli aset pilihan; pada kontrak (termasuk perpetual), pilih “open long”. Langkah-langkah utamanya adalah:
Langkah 1: Registrasi akun dan lakukan verifikasi identitas. Aktifkan fitur keamanan seperti autentikasi dua faktor untuk mengurangi risiko pencurian akun.
Langkah 2: Deposit atau transfer dana ke akun spot atau kontrak Anda agar saldo cukup untuk trading atau margin.
Langkah 3: Pada halaman spot trading, pilih pasangan trading Anda (misal, BTC/USDT), buat order beli limit atau market. Setelah order tereksekusi, Anda memegang long position spot.
Langkah 4: Pada halaman kontrak, pilih aset dan leverage yang diinginkan. Konfirmasi “open long”—memulai dengan leverage rendah umumnya lebih aman.
Langkah 5: Atur order stop-loss dan take-profit. Gunakan fitur order atau alat manajemen posisi untuk menetapkan harga pemicu dan batas, sehingga risiko dan target profit terencana.
Langkah 6: Pantau biaya dan metrik. Untuk spot, perhatikan biaya trading; untuk kontrak, perhatikan funding rate dan biaya penahanan posisi.
Langkah 7: Tinjau dan sesuaikan posisi Anda secara berkala. Berdasarkan pergerakan pasar, pertimbangkan menambah atau mengurangi posisi secara bertahap, bukan sekaligus.
Pada long position spot: Profit ≈ Ukuran Posisi × (Harga Jual − Harga Beli). Contoh: Beli 0,5 BTC di 40.000 USDT, jual di 44.000 USDT. Profit ≈ 0,5 × (44.000 − 40.000) = 2.000 USDT (belum termasuk biaya).
Pada long position kontrak: Notional position = Margin × Leverage; P&L teoritis ≈ Notional position × persentase perubahan harga. Dengan margin 1.000 USDT dan leverage 5x, notional position menjadi 5.000 USDT; bila harga naik 2%, profit teoritis ≈ 5.000 × 2% = 100 USDT; jika harga turun 2%, kerugian ≈ 100 USDT. Hasil aktual dikurangi biaya trading, funding rate, dan lainnya.
Harga likuidasi dan drawdown dipengaruhi leverage, margin, dan mark price. Platform kontrak biasanya menyediakan kalkulator untuk memperkirakan P&L dan level likuidasi sebelum membuka posisi—gunakan alat ini di halaman kontrak Gate untuk penilaian risiko.
Risiko retracement harga: Pasar bisa bergerak berlawanan dengan ekspektasi Anda. Atur order stop-loss dan batasi ukuran tiap transaksi agar tidak terlalu besar dibanding total dana Anda.
Risiko leverage dan likuidasi: Leverage tinggi memperbesar volatilitas dan meningkatkan risiko likuidasi paksa. Pemula sebaiknya menggunakan leverage rendah atau tanpa leverage saat membuka long position.
Funding rate dan biaya penahanan: Pada kontrak perpetual, funding rate positif berarti menahan long position bisa menimbulkan biaya rutin yang mengurangi profit—semakin lama posisi ditahan, semakin besar biaya yang perlu diperhatikan.
Likuiditas dan slippage: Pada pasangan dengan likuiditas rendah, order market bisa mengalami slippage tinggi. Gunakan limit order atau bagi transaksi untuk mengurangi risiko ini.
Risiko platform dan operasional: Kesalahan order, kurang kontrol risiko, atau kendala teknis bisa menyebabkan kerugian. Selalu aktifkan pengamanan dan cek detail order sebelum konfirmasi.
Long position adalah “beli/go long → jual/tutup long setelah harga naik”; sedangkan short position “jual/go short → beli/tutup short setelah harga turun”. Arahnya berlawanan, namun keduanya dapat dieksekusi melalui derivatif.
Dari sisi risiko: long position terutama berisiko jika harga turun; short position berisiko jika harga naik. Secara strategi, investor memegang long position untuk aset berprospek jangka panjang dan menggunakan short position untuk lindung nilai jangka pendek atas risiko penurunan harga.
Alokasi bullish jangka panjang: Jika Anda yakin pada prospek Bitcoin atau Ethereum, akumulasi long position spot secara bertahap dengan dollar-cost averaging untuk menghindari pembelian di harga tertinggi.
Strategi mengikuti tren: Saat tren naik jelas, gunakan long position untuk berpartisipasi dalam kenaikan. Pada kontrak, long leverage rendah bisa memperbesar return—tetap atur stop-loss dan aturan keluar bertahap.
Lindung nilai risiko: Jika Anda memegang aset spot dalam jumlah besar dan khawatir volatilitas jangka pendek, sesuaikan komposisi long dan short position secara dinamis untuk mengelola eksposur bersih.
Inti long position adalah bertaruh pada kenaikan harga dengan eksposur melalui pembelian spot atau kontrak leverage; margin dan leverage memperbesar hasil, tapi juga meningkatkan risiko seperti likuidasi dan biaya funding. Mulailah dengan posisi kecil untuk menguji strategi, atur stop-loss dan take-profit, pantau biaya trading dan funding rate, lalu sesuaikan posisi bertahap sesuai kondisi pasar. Semua aktivitas trading mengandung risiko—hanya investasikan dana yang siap Anda tanggung risikonya dan manfaatkan alat manajemen risiko di platform seperti Gate.
Long position berarti Anda optimis terhadap suatu aset—membeli dan menahan dengan harapan harga akan naik. Contohnya, membeli satu BTC dan menahan membentuk long position; saat harga naik, nilai akun Anda bertambah. Ini strategi paling dasar dan risikonya relatif terkendali dalam trading kripto.
“Going long” adalah istilah singkat untuk membuka long position—menggambarkan optimisme terhadap arah pasar. Jika Anda memperkirakan harga token akan naik, Anda memilih go long untuk menangkap potensi kenaikan. Istilah ini berasal dari pasar saham dan kini umum di trading kripto.
Untuk membuka long position pertama di pasar spot Gate, beli kripto yang Anda yakini akan naik. Pilih pasangan trading yang diinginkan (misal, BTC/USDT), masukkan jumlah dan harga beli, lalu konfirmasi pembelian—ini membentuk long position Anda. Pemula sebaiknya mulai dari nominal kecil untuk memahami proses sebelum menambah investasi.
Kerugian maksimum pada long position terbatas—Anda hanya bisa kehilangan modal awal. Sebaliknya, short position berpotensi kerugian tak terbatas karena harga aset bisa naik tanpa batas. Inilah mengapa long lebih cocok untuk pemula yang menghindari risiko dan merupakan pendekatan umum dalam investasi tradisional.
Tergantung strategi Anda. Jika Anda optimis jangka panjang, Anda bisa cukup menahan tanpa tindakan. Untuk trading jangka pendek, pantau harga secara rutin dan sesuaikan atau tutup posisi saat target atau stop-loss tercapai. Kuncinya adalah menetapkan ekspektasi realistis sejak awal dan menghindari keputusan emosional.


