
Fixed supply adalah istilah untuk cryptocurrency atau token yang jumlah total penerbitannya telah ditetapkan dan dibatasi secara permanen. Jumlah maksimum unit yang dapat diciptakan tercantum jelas dalam aturan aset atau smart contract. Setelah batas atas ini tercapai, tidak ada lagi token yang akan dicetak. Dua pendekatan yang umum digunakan: Bitcoin menetapkan batas keras sebesar 21 juta koin yang dirilis bertahap sesuai jadwal “halving”, sedangkan XRP dicetak penuh sekaligus (100 miliar token) lalu didistribusikan secara terjadwal melalui escrow dan pelepasan bertahap.
Fixed supply secara langsung memengaruhi kelangkaan, tingkat inflasi, dan valuasi jangka panjang. Selain itu, model ini juga berdampak pada pengelolaan reward, market making, dan jadwal unlock dalam proyek terkait.
Fixed supply menetapkan batas kelangkaan suatu token, sehingga mencegah dilusi akibat penerbitan tambahan.
Dari sudut pandang investasi, hal ini membantu Anda memahami apakah pergerakan harga dipicu oleh perubahan suplai atau murni oleh dinamika permintaan. Contohnya, dengan suplai Bitcoin yang dibatasi dan penerbitan tahunan yang dapat diprediksi, harga lebih banyak dipengaruhi oleh permintaan dan faktor likuiditas makro.
Saat mengikuti aktivitas proyek, fixed supply memperjelas sumber dan keberlanjutan reward. Jika total suplai tidak dapat bertambah, reward biasanya berasal dari pembagian biaya, pelepasan cadangan, atau mekanisme buyback dan burn—bukan pencetakan token tanpa batas. Bagi pengguna baru, memahami batas suplai membantu menghindari salah paham antara “unlock event” dan penerbitan baru, sehingga meminimalkan risiko salah analisis.
Fixed supply ditegakkan melalui aturan penerbitan dan smart contract, bukan sekadar janji lisan atau informal.
Contoh pada Bitcoin: total suplai 21 juta telah dikodekan secara permanen di protokol. Reward blok akan berkurang setengah setiap kurang lebih empat tahun: dari 50 → 25 → 12,5 → 6,25 → 3,125 koin per blok, hingga hampir seluruh koin telah ditambang. Batas atas ini tidak berubah, namun laju penerbitan baru akan melambat drastis seiring waktu.
Pada token yang dicetak penuh seperti XRP, seluruh suplai dibuat sekaligus lalu dirilis bertahap melalui jadwal escrow. Walaupun total suplai tetap, suplai beredar bertambah seiring token di-unlock—sering kali menyebabkan kekeliruan antara “unlocking” dan “minting.”
Mekanisme burn sering digunakan bersamaan dengan model fixed supply. Sebagai contoh, BNB menargetkan pengurangan suplai beredar menjadi 100 juta melalui pembakaran token secara kuartalan. Burning berarti menghapus token secara permanen dari peredaran—mirip “membatalkan tiket”—sehingga token tersebut tidak akan pernah kembali beredar.
Penting membedakan antara maksimum suplai dan suplai beredar. Maksimum suplai adalah batas atas total, sedangkan suplai beredar adalah jumlah token yang saat ini tersedia di pasar. Kedua angka ini tidak selalu bergerak bersamaan.
Fixed supply dapat diterapkan dalam berbagai skenario dan bentuk.
Di pasar spot, token seperti BTC, ADA, dan XRP menampilkan informasi “max supply” dan “circulating supply” di halaman proyek. Di Gate, pengguna dapat meninjau metrik ini untuk menilai kelangkaan dan potensi tekanan jual.
Pada produk DeFi dan yield, jika token reward memiliki fixed supply, reward biasanya berasal dari pembagian biaya atau alokasi cadangan, bukan penerbitan baru. Contohnya, beberapa event liquidity mining atau tabungan di Gate menyatakan “reward bersumber dari cadangan proyek,” yang berarti batas suplai tetap terjaga dan keberlanjutan aktivitas tergantung pada volume biaya dan anggaran.
Di sektor NFT, fixed supply biasanya mengacu pada “mint cap” sebuah koleksi—misalnya, satu set 10.000 gambar profil. Batas ini menentukan tingkat kelangkaan dan likuiditas pasar sekunder, namun berbeda dengan token, NFT tidak memiliki reward blok atau jalur pencetakan baru di masa mendatang.
Pada perdagangan derivatif dan leverage, fixed supply tidak memengaruhi dinamika suplai secara langsung, namun memperbesar dampak harga akibat perubahan permintaan. Karena suplai dapat diprediksi, sentimen dan arus modal menjadi penentu utama pergerakan harga.
Langkah pertama: Tinjau maksimum suplai dan suplai beredar saat ini. Batas lebih rendah dan rasio beredar tinggi menunjukkan kelangkaan lebih kuat—namun perhatikan konsentrasi pemilik token.
Langkah kedua: Analisis jadwal rilis dan unlock. Fixed supply total tidak berarti semua token langsung bisa diperdagangkan. Pahami timeline unlock untuk tim, investor, dan dana ekosistem agar dapat mengidentifikasi potensi tekanan jual.
Langkah ketiga: Pastikan aturan burn atau buyback. Jika proyek memiliki rencana burn yang jelas, suplai beredar jangka panjang bisa menurun—periksa apakah aturan ini dikodekan dalam kontrak atau diaudit secara berkala.
Langkah keempat: Tinjau konsentrasi pemegang dan distribusi alamat. Konsentrasi tinggi berarti tindakan beberapa alamat bisa sangat memengaruhi dinamika suplai.
Langkah kelima: Di Gate, cek halaman info proyek dan pengumuman. Perhatikan “Max Supply”, “Circulating Supply”, detail unlock, catatan event, kedalaman trading, dan sumber reward untuk menilai keberlanjutan proyek.
Data terbaru mengacu pada tahun 2025. Pada 2025, Bitcoin akan menambah sekitar 164.000 koin baru dalam setahun—tingkat penerbitan tahunan sekitar 0,8%, turun tajam dari 328.000 koin baru di 2024 setelah halving (~50% penurunan). Hal ini menunjukkan jalur penerbitan fixed supply yang sangat terprediksi.
Analisis pasar kuartal IV 2025 menunjukkan sekitar 30% dari 100 proyek teratas berdasarkan market cap menggunakan fixed cap atau memiliki target cap yang jelas (menurut CoinGecko). Angka ini naik dibandingkan 2024, seiring lebih banyak proyek mengadopsi model berkelanjutan berbasis fee sharing dan burning, bukan inflasi berkelanjutan.
Di sektor NFT, koleksi baru yang diluncurkan enam bulan terakhir menetapkan mint cap lebih konservatif—umumnya turun dari 10.000 menjadi 5.000–10.000 unit—mencerminkan permintaan pasar yang lebih rasional dan efisiensi biaya tim. Hard cap membantu membangun ekspektasi kelangkaan, namun memerlukan operasi berkelanjutan yang solid untuk menopang harga dasar.
Data perdagangan 2025 menunjukkan beberapa hari di mana volume beli spot dan institusional melebihi penerbitan harian Bitcoin (sekitar 450 koin per hari dari reward blok). Dalam kondisi fixed supply, lonjakan permintaan semacam ini berdampak langsung pada harga.
Fixed supply berarti ada batas atas total penerbitan; token baru akan semakin sedikit hingga akhirnya berhenti sepenuhnya.
Model inflasi memungkinkan pencetakan token secara berkelanjutan tanpa batas ketat, atau dengan batas tinggi dan penerbitan baru yang signifikan—beberapa blockchain mengalokasikan reward inflasi tahunan kepada validator dan staker. Perbedaan utama terletak pada batas kelangkaan dan risiko dilusi bagi pemegang token.
Dari sisi investasi, aset fixed supply sangat bergantung pada pertumbuhan permintaan dan kasus penggunaan untuk peningkatan nilai; aset inflasi memerlukan evaluasi tingkat minting, apakah biaya bisa mengimbangi dilusi (melalui burning atau buyback), dan apakah yield staking cukup untuk menutup risiko inflasi. Untuk pemula: pastikan ada cap; lalu tinjau mekanisme rilis dan burn—cara ini membangun kerangka evaluasi yang efisien.
Pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, membatasi suplai hingga 21 juta untuk mengatasi inflasi akibat pencetakan uang fiat tanpa batas. Fixed supply menjadikan Bitcoin langka dan memperkuat posisinya sebagai penyimpan nilai—mirip emas. Filosofi ini sangat berbeda dengan mata uang fiat yang dikendalikan bank sentral dan dapat diterbitkan kapan saja, sehingga menarik investor yang mencari perlindungan nilai.
Tidak—jumlah maksimum koin telah dikodekan secara permanen dalam protokol dan tidak dapat diubah. Bahkan dengan konsensus jaringan yang sangat luas, batas Bitcoin hampir mustahil diubah. Perlu dicatat bahwa fixed supply ≠ fixed circulating supply; koin dapat hilang, dibakar, atau tidak aktif, sehingga jumlah koin yang beredar bisa lebih sedikit dari maksimum suplai teoretis.
Fixed supply menciptakan kelangkaan yang mendukung potensi nilai jangka panjang. Ketika permintaan bertambah dan suplai tetap, harga secara teori cenderung naik. Namun, harga tetap dipengaruhi oleh sentimen pasar, utilitas, kondisi makroekonomi, dan faktor lainnya; fixed supply hanyalah salah satu pendorong positif—bukan jaminan kenaikan harga.
Periksa kode open-source dan whitepaper proyek untuk memastikan adanya batas suplai yang dikodekan secara permanen. Tinjau data on-chain melalui platform seperti Gate untuk memantau penerbitan historis dan suplai real-time. Cari bukti perubahan aturan oleh tim atau respons komunitas terkait transparansi. Waspadai proyek yang menjanjikan fixed supply tanpa penegakan di tingkat kode.
Fixed supply membatasi fleksibilitas proyek—tidak dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekosistem atau merespons peristiwa ekstrem melalui penerbitan baru. Koin yang hilang atau dibakar akan mengurangi likuiditas secara bertahap. Jika utilitas menurun sementara suplai tetap, harga dapat terus mengalami tekanan turun.


