
Bonding curve progress adalah posisi terkini pada aturan harga token, yang ditentukan oleh jumlah token yang telah dijual atau dicetak serta perubahan dana cadangan. Progress ini menunjukkan segmen kurva di mana order beli atau jual Anda akan dieksekusi dan bagaimana harga akan berubah akibat transaksi tersebut.
Bonding curve dapat diibaratkan seperti lintasan, sementara progress menggambarkan di mana posisi kereta pada lintasan tersebut. Ketika token terus dicetak atau ditebus, kereta bergerak maju atau mundur di sepanjang kurva, sehingga memicu perubahan harga, slippage, dan jumlah token yang tersedia untuk diperdagangkan.
Bonding curve progress sangat berkaitan erat dengan bonding curve. Bonding curve merupakan fungsi penetapan harga yang tertanam dalam smart contract, yang memetakan "jumlah pasokan token atau saldo pool" ke "harga". Progress berarti "pasokan atau saldo terkini" yang dipetakan ke satu titik pada fungsi tersebut.
Jenis kurva yang umum meliputi:
Pada Automated Market Makers (AMMs), model produk konstan merupakan bentuk kurva khusus: hasil kali dua saldo aset dalam pool selalu tetap, dan harga ditentukan oleh perbandingan kedua saldo tersebut.
Semakin jauh posisi Anda pada bonding curve, umumnya harga token semakin tinggi, dan setiap transaksi dapat memicu perubahan harga yang lebih signifikan. Hal ini karena kemiringan kurva menentukan seberapa besar kenaikan harga untuk setiap unit tambahan.
Seiring kemiringan meningkat, slippage juga bertambah—yaitu perbedaan antara harga ekspektasi dan harga eksekusi—karena transaksi Anda menggeser progress di sepanjang kurva dan mengubah harga. Segmen awal menawarkan kemiringan rendah dan slippage kecil; segmen berikutnya lebih curam dan slippage lebih besar.
Progress juga menentukan likuiditas: progress menentukan seberapa besar volume transaksi yang dapat dilakukan pada harga saat ini tanpa menggerakkan harga secara signifikan. Semakin curam kurva, biasanya semakin kecil volume yang dapat diperdagangkan pada harga stabil.
Pada AMMs, bonding curve progress setara dengan saldo dua aset saat ini dalam liquidity pool. Contohnya, pada model produk konstan (x·y=k), x dan y adalah saldo aset. Ketika Anda membeli satu aset, saldo aset lain berkurang dan harga bergeser; transaksi Anda menggerakkan progress di sepanjang kurva.
AMMs atau Automated Market Makers, menggunakan smart contract dan rumus, bukan order book tradisional, untuk menentukan harga. Liquidity pool adalah smart contract yang menampung dua aset untuk memfasilitasi perdagangan. Progress divisualisasikan melalui perubahan saldo pool: semakin banyak pengguna membeli token, saldo pool token tersebut menurun dan harga naik, sehingga progress beralih ke "segmen harga lebih tinggi".
Dalam praktiknya, menetapkan "slippage maksimal yang dapat diterima" membantu mengendalikan deviasi harga akibat pergerakan progress. Semakin jauh posisi Anda di kurva, semakin ketat toleransi slippage yang perlu diterapkan.
Pada mekanisme continuous issuance atau penjualan bonding curve, progress menentukan harga setiap token baru sekaligus kecepatan akumulasi dana cadangan proyek. Progress tahap awal berarti harga lebih rendah dan partisipasi lebih mudah; seiring progress meningkat, harga naik dan proyek memperoleh lebih banyak dana cadangan.
Latar belakang: Pada 2017, Bancor memperkenalkan bonding curve berbasis dana cadangan dan fungsi penetapan harga (lihat Bancor Whitepaper, 2017). Pada 2023, aplikasi sosial friend.tech mengadopsi kurva bertingkat untuk menjual "Keys", di mana harga naik secara bertahap seiring pembelian meningkat (lihat analisis teknis publik, 2023). Model-model ini menggunakan progress untuk mengelola penetapan harga dan laju pertumbuhan.
Progress juga dapat menjadi batas atau target tahap—misalnya membuka fitur baru atau rencana anggaran pada milestone tertentu. Perlu dicatat: jika parameter kontrak bisa diubah, hubungan antara progress dan harga juga dapat disesuaikan.
Anda dapat langsung memeriksa data bonding curve progress di on-chain dengan langkah berikut:
Risiko utama meliputi:
Perlakukan progress seperti termometer—hubungkan pembacaan progress dengan aksi trading. Strategi umum meliputi membagi order dalam rentang waktu ("laddering"), menetapkan batas slippage yang ketat, atau menunggu konfirmasi di dekat milestone penting.
Pendekatan contoh: Pastikan di on-chain bahwa Anda berada di "segmen kemiringan rendah" sebelum melakukan transaksi uji coba kecil; seiring kenaikan progress, perketat batas slippage Anda. Jika mendekati perubahan harga bertingkat, evaluasi biaya dan eksposur setelah lonjakan harga terlebih dahulu.
Saat bertransaksi di pasar spot Gate, gunakan progress on-chain untuk memutuskan apakah akan membagi order, memakai limit order, atau menetapkan toleransi slippage yang lebih ketat—ini akan meminimalkan dampak ke pasar. Selalu utamakan keamanan dana dan risiko smart contract.
Bonding curve progress adalah posisi Anda saat ini pada fungsi penetapan harga—menghubungkan pasokan dengan harga. Semakin jauh posisi Anda, umumnya harga lebih tinggi, slippage lebih besar, dan volume perdagangan yang tersedia pada harga stabil semakin kecil. Pada AMM dan peluncuran bonding curve, progress sangat penting untuk memahami pergerakan harga. Untuk mengecek progress diperlukan alamat kontrak, data pasokan/saldo, parameter rumus, dan alat visualisasi. Dalam strategi perdagangan, pecah order, kendalikan slippage, dan tetap waspada terhadap likuiditas eksternal serta kontrol kontrak. Kini, semakin banyak proyek menggunakan kurva untuk mengelola harga dan treasury—namun dengan banyaknya kurva dan pasar yang berdampingan, progress hanyalah salah satu faktor dalam pengambilan keputusan Anda.
Saat bonding curve progress mencapai 100%, proyek biasanya beralih dari mekanisme bonding curve ke solusi likuiditas lain (misal, AMM model Uniswap). Pada tahap ini, harga token ditentukan oleh perdagangan pasar terbuka, bukan lagi oleh rumus kurva. Perhatikan bahwa transisi ini dapat memicu volatilitas; selalu tinjau rencana proyek untuk strategi keluar yang jelas.
Bonding curve menggunakan penetapan harga rekursif—semakin jauh progress, semakin banyak token terjual, sehingga setiap pembelian baru akan lebih mahal sesuai rumus. Ini mirip dengan penetapan harga bertingkat pada barang edisi terbatas: ketika pasokan menipis, setiap unit baru menjadi lebih mahal. Desain ini mendorong partisipasi awal.
Pertimbangkan tiga faktor: progress rendah umumnya berisiko lebih tinggi namun berpotensi imbal hasil lebih besar; progress 30%-70% biasanya menandakan partisipasi tahap menengah yang lebih stabil; mendekati 100%, biaya pembelian tinggi—lakukan evaluasi secara cermat. Selalu kombinasikan dengan fundamental seperti kualitas proyek dan keterlibatan komunitas, jangan hanya mengandalkan data progress.
Ya. Jumlah yang Anda terima dari penjualan sangat dipengaruhi oleh progress dan besaran penjualan. Pada level progress yang lebih tinggi, menjual jumlah yang sama menghasilkan nilai pokok lebih kecil karena harga bonding curve hanya naik saat progress maju. Gunakan alat on-chain untuk memperkirakan hasil sebelum melakukan penjualan agar tidak terjadi kejutan.
Kebanyakan proyek berbasis bonding curve menampilkan indikator progress real-time pada halaman detail proyek atau melalui pembaruan komunitas di Gate. Anda juga dapat menelusuri situs web proyek atau block explorer untuk data smart contract. Selalu ikuti pengumuman resmi proyek untuk event milestone terkait progress.


