
Walaupun non-fungible token sudah hadir selama beberapa tahun, popularitasnya melonjak sangat pesat dalam beberapa waktu terakhir. Nilai ekosistem NFT meningkat luar biasa dari $340 juta pada periode awal menjadi $24,9 miliar di periode terbaru, menunjukkan lonjakan nilai sekitar 7.200%.
Anda mungkin sudah mendengar tentang NFT termahal yang pernah terjual hingga saat ini: karya seni digital berjudul "The Merge" karya seniman Pak, yang terjual seharga $91,8 juta. Penjualan bersejarah ini membuktikan potensi besar nilai NFT di pasar seni digital.
Seiring semakin banyak selebritas dan figur publik yang terlibat, NFT terus menjadi sorotan utama. Seniman NFT profesional bermunculan dan investor memperoleh jutaan dolar dari aktivitas perdagangan NFT. Pasar ini kini telah berevolusi dari eksperimen teknologi khusus menjadi kelas aset yang diakui dan diminati kolektor serius serta investor institusional.
Jika Anda ingin membuat NFT pertama, penting memahami proses minting NFT—yakni proses menciptakan NFT dan mendaftarkannya di blockchain. Langkah fundamental ini mengubah karya digital Anda menjadi aset yang sah dan dapat diverifikasi.
Setiap karya seni atau koleksi harus dimint di blockchain agar menjadi NFT yang unik. Konten yang disimpan di blockchain akan dienkripsi dengan kode unik yang memungkinkan verifikasi keaslian dan kepemilikan personal.
Proses membuat NFT bisa diibaratkan seperti mengunggah foto profil di media sosial. Namun, berbeda dengan unggahan biasa, minting mencatat data kepemilikan secara permanen di ledger terdistribusi, sehingga aset digital Anda selalu terkait dengan alamat wallet Anda.
Salah satu hal penting dalam memperkirakan biaya pembuatan NFT adalah fakta bahwa biayanya sangat tergantung pada blockchain yang Anda pilih untuk minting. Memahami variasi biaya sangat penting untuk merancang anggaran proyek NFT Anda.
Beberapa biaya utama dalam NFT meliputi:
Proses minting NFT berbeda di setiap blockchain, sehingga biayanya pun bervariasi. Bahkan dalam satu blockchain, biaya NFT bisa berbeda antara satu dan lainnya. Faktor seperti ukuran data, kualitas proyek, kecepatan transaksi, waktu minting, dan biaya gas (biaya transaksi) turut memengaruhi biaya.
Biaya transaksi blockchain dipengaruhi oleh mekanisme penawaran dan permintaan. Jika permintaan tinggi, biaya gas bisa naik drastis. Pada jam sibuk, biaya bisa melonjak hingga beberapa ratus persen.
Biaya minting NFT bervariasi antara $1 hingga $500, bahkan bisa lebih tinggi. Rentang tersebut mencerminkan banyaknya pilihan blockchain dan kondisi pasar bagi para kreator.
Pertimbangkan juga hari dan waktu minting NFT Anda. Biaya minting NFT cenderung lebih mahal di hari kerja karena aktivitas daring lebih tinggi. Penentuan waktu minting yang tepat dapat menghemat biaya secara signifikan.
Sekarang mari kita tinjau biaya nyata pembuatan NFT di pasar. Terdapat dua opsi utama yang dapat dipilih sesuai dengan strategi proyek dan preferensi Anda. Memahami kedua opsi ini akan membantu Anda mengambil keputusan lebih optimal dalam proses pembuatan NFT.
Siapa pun bisa membuat NFT dan Anda dapat dengan mudah membuat akun di platform besar seperti OpenSea, Rarible, dan Mintable. Prosesnya sudah dibuat sederhana agar semua kreator dengan berbagai tingkat keahlian teknis dapat mengaksesnya.
Blockchain yang paling banyak digunakan untuk NFT adalah Ethereum, blockchain terprogram pertama yang mendukung registrasi aset digital. Ekosistemnya yang matang dan adopsi luas menjadikan Ethereum pilihan utama banyak kreator. Namun, kini tersedia alternatif seperti Polygon dan Solana yang menawarkan keunggulan biaya dan kecepatan masing-masing.
Saat ini Ethereum sedang menjalani peningkatan besar yang akan mengubah mekanisme konsensusnya dari proof-of-work ke proof-of-stake. Setelah upgrade ini, diharapkan biaya transaksi turun dan kecepatan meningkat, sehingga Ethereum semakin kompetitif dengan blockchain lain.
Seniman digital dapat melakukan minting NFT di blockchain Polygon melalui OpenSea, marketplace NFT paling populer. Integrasi Polygon pada OpenSea menjadikannya pilihan favorit bagi kreator yang ingin biaya serendah mungkin.
Kabar baiknya, jika Anda memilih jaringan Polygon, Anda bisa melakukan minting dan listing NFT sepenuhnya gratis. Mekanisme tanpa biaya ini membuka peluang lebih luas bagi seniman tanpa modal besar untuk berkarya di pasar NFT.
Tidak ada biaya minting NFT di Polygon di awal. Hal ini karena platform otomatis menggunakan opsi lazy minting, sehingga pendaftaran di blockchain baru diproses ketika NFT terjual.
Namun, platform akan mengenakan biaya layanan sebesar 2,5% yang dipotong dari harga jual NFT setelah terjual pertama kali. Skema ini memastikan kreator hanya membayar saat karya mereka laku terjual.
Dengan banyaknya peluncuran proyek baru setiap hari, Solana kini menjadi blockchain NFT terpopuler kedua setelah Ethereum. Karena biaya gas Ethereum tinggi, Solana menjadi alternatif minting NFT yang lebih terjangkau.
Minting NFT di Solana berarti Anda harus menggunakan wallet yang mendukung jaringan ini, seperti Phantom. Marketplace NFT Solana populer antara lain Solanart, Solana Art, dan Magic Eden.
Minting NFT di Solana menimbulkan tiga transaksi blockchain: dua persetujuan dan satu untuk menentukan harga listing. Setiap transaksi sekitar 0,00045 SOL. Dengan harga SOL $95, biaya minting satu NFT sekitar $0,12.
Biaya sangat rendah ini membuat Solana sangat cocok bagi kreator yang ingin membuat koleksi besar atau bereksperimen tanpa risiko finansial berarti.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Ethereum merupakan jaringan paling populer untuk minting NFT. Platform ini pionir NFT, meski kini bukan satu-satunya blockchain NFT. Keunggulan sebagai pelopor membentuk ekosistem marketplace, tools, dan kolektor yang sangat kuat.
Lalu, berapa biaya membuat NFT di Ethereum? Jawabannya bergantung pada tingkat kepadatan jaringan dan metode minting yang Anda pilih.
Investor berpengalaman pasti ingat saat satu minting NFT bisa menimbulkan biaya transaksi $50 hingga $100 atau lebih, tergantung waktu dan harga ETH. Namun, kini marketplace NFT besar telah menemukan solusi inovatif untuk menghindari biaya tinggi tersebut.
Sekarang kreator bisa minting NFT di Ethereum secara gratis dengan memanfaatkan opsi lazy minting.
Minting NFT di Ethereum dengan metode konvensional memang mahal. Biaya sangat dipengaruhi harga ETH, hari, dan jam minting. Untuk minting NFT di Ethereum melalui OpenSea, Rarible, atau Mintable, biaya gas berkisar 0,0468 hingga 0,0616 ETH ($59 hingga $123) terlepas dari harga listing NFT.
Biaya ini pasti menjadi kendala bagi seniman perorangan atau kreator koleksi harga rendah, sehingga solusi alternatif semakin diminati.
Seniman dan kreator NFT kini dapat menciptakan NFT tanpa biaya di muka. Dengan memilih lazy minting, pendaftaran NFT di blockchain baru dilakukan ketika NFT terjual.
Pada saat itu, biaya minting sudah termasuk dalam harga jual NFT dan tanggung jawab minting beralih ke pembeli, bukan kreator. Dengan demikian, beban biaya berpindah dari kreator ke kolektor.
Dengan lazy minting, NFT baru dicetak setelah terjual, sehingga kebutuhan komputasi berkurang. Solusi ini sudah tersedia di marketplace NFT besar dan memungkinkan semua seniman NFT meningkatkan eksposur tanpa hambatan biaya.
Perbandingan blockchain terpopuler untuk pembuatan NFT bergantung pada tujuan proyek dan preferensi kreator. Kreator NFT harus meneliti blockchain paling ideal untuk koleksi NFT baru, serta mempertimbangkan ekosistem dan komunitasnya.
Dari sisi biaya, perbedaannya tipis. Marketplace NFT utama kini menyediakan opsi lazy minting untuk Ethereum dan Polygon, sehingga minting NFT bisa dilakukan tanpa biaya sama sekali.
Di Solana, minting NFT tidak gratis, namun tanpa lazy minting, biaya jaringan tetap sangat rendah—kurang dari $1. Biaya ini jauh lebih kompetitif dibandingkan minting tradisional di Ethereum.
Masing-masing blockchain punya keunggulan berbeda, mulai dari ukuran komunitas, kecepatan transaksi, dampak lingkungan, hingga keberlanjutan jangka panjang.
Pada akhirnya, membuat NFT tidak perlu mahal. Jika Anda memilih platform seperti OpenSea, Rarible, atau Mintable dan memanfaatkan opsi lazy minting, prosesnya bisa gratis.
Minting NFT di blockchain utama kini lebih mudah dan murah dari sebelumnya. Hal ini membuka peluang seluas-luasnya bagi kreator di seluruh dunia untuk ikut revolusi seni digital tanpa hambatan biaya. Baik Anda seniman profesional maupun pemula, biaya yang rendah membuat pembuatan NFT menjadi opsi nyata untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus berpeluang memperoleh pendapatan baru.
Membuat NFT umumnya memerlukan biaya antara $1.550 hingga $10.000, tergantung pada ukuran koleksi, pilihan blockchain, dan strategi pemasaran. Biaya gas serta biaya platform bervariasi sesuai jaringan.
Masing-masing platform menerapkan biaya berbeda. OpenSea dan Rarible biasanya mengenakan biaya gas di Ethereum antara $50-$300. Mintable sering menawarkan biaya lebih rendah. Beberapa platform menyediakan opsi minting gratis dengan teknologi lazy minting, di mana biaya dibebankan ke pembeli.
Biaya gas adalah biaya transaksi di jaringan blockchain seperti Ethereum. Biaya ini mahal karena tingginya permintaan dan kemacetan jaringan. Besaran biaya akan berfluktuasi tergantung volume dan aktivitas transaksi. Pada waktu off-peak, biaya bisa lebih rendah 20-50% dibandingkan jam sibuk.
Ada, misalnya melalui OpenSea di Polygon dan Mintable di Ethereum yang menyediakan opsi minting NFT tanpa biaya atau dengan biaya sangat rendah, sehingga jauh lebih efisien dibanding blockchain tradisional.
Setelah NFT dibuat, umumnya tidak ada biaya tambahan. Namun, ketika NFT Anda terjual, platform akan mengenakan biaya transaksi, biasanya berupa persentase dari nilai transaksi.
Pemula sebaiknya memilih OpenSea, platform yang populer dan mudah digunakan. Untuk menekan biaya, lakukan minting di testnet Ethereum untuk transaksi gratis, atau gunakan solusi Layer 2 seperti Polygon yang menawarkan biaya gas jauh lebih rendah dibandingkan mainnet.











