"Kami meyakini bahwa Bitcoin belum mencapai puncaknya dalam siklus ini," ujar Tom Lee, salah satu pendiri Fundstrat Global Advisors, dalam pernyataan publik terbaru. Ia memprediksi Bitcoin dapat mencatat rekor tertinggi baru paling cepat pada Januari 2026.
Dikenal dengan proyeksi bullish-nya, Lee tetap mempertahankan sikap optimis bahkan setelah Bitcoin menembus $126.000 pada Oktober 2025. Meski terjadi koreksi setelahnya, ia menilai hal tersebut sebagai "penyesuaian siklus yang wajar" dalam tren kenaikan yang berkelanjutan.
Dinamika Pasar: Bitcoin Diperdagangkan di Level Tinggi di Tengah Pandangan Institusional yang Beragam
Berdasarkan data pasar Gate, pada 6 Januari 2026, pasangan BTC/USDT tercatat di angka $93.813,8, mencerminkan kenaikan sebesar 1,29% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan harga ini sebagian mendukung pengamatan Tom Lee bahwa, setelah mencapai rekor tertinggi pada 2025, Bitcoin mengalami koreksi signifikan namun tetap diperdagangkan di level yang tinggi.
Pasar Bitcoin saat ini ditandai oleh perbedaan yang jelas antara sentimen bullish dan bearish. Sebagian investor menafsirkan penurunan di akhir 2025 sebagai tanda pembalikan tren, sementara pihak optimis seperti Tom Lee melihat penyesuaian tersebut sebagai koreksi siklus yang sehat.
Dari sudut pandang teknikal, pergerakan harga Bitcoin baru-baru ini menunjukkan karakteristik berikut:
| Indikator Pasar | Status Terkini | Implikasi Teknis |
|---|---|---|
| Level Harga | $93.813,8 | Stabil setelah koreksi dari rekor tertinggi $126.080 |
| Perubahan 24 Jam | +1,29% | Tekanan beli jangka pendek semakin menguat |
| Sentimen Pasar | Terbelah signifikan | Institusi tetap bullish jangka panjang, namun berbeda dalam manajemen risiko jangka pendek |
Proyeksi Analis: Timeline Optimis Tom Lee
Dalam pernyataan publik terbaru, Tom Lee telah menguraikan timeline yang jelas untuk pasar kripto. Ia memperkirakan Bitcoin akan mencatat rekor tertinggi baru sebelum akhir Januari 2026. Proyeksi ini didorong oleh sejumlah faktor struktural, termasuk arus modal institusional yang berkelanjutan, akses modal yang semakin luas melalui produk seperti ETF, serta potensi perubahan kebijakan makroekonomi yang lebih akomodatif.
Pendekatan Lee menekankan tren struktural jangka panjang dibandingkan fluktuasi harga jangka pendek, membedakannya dari analis yang hanya fokus pada indikator teknikal. Pandangannya tidak berdiri sendiri: Ed Yardeni, pendiri Yardeni Research, juga memperkirakan pasar saham akan melanjutkan tren "Roaring 2020s" dan memprediksi S&P 500 akan mencapai 7.700 poin pada akhir 2026.
Divergensi Internal: Narasi Ganda Fundstrat
Menariknya, optimisme publik Tom Lee sedikit berbeda dengan proyeksi yang lebih hati-hati dari tim riset internal Fundstrat. Berdasarkan laporan perusahaan, Fundstrat memperkirakan Bitcoin dapat turun ke kisaran $60.000–$65.000 pada paruh pertama 2026. Proyeksi ini dipresentasikan oleh Sean Farrell, Head of Crypto Strategy Fundstrat, dalam "2026 Crypto Market Outlook" milik perusahaan. Farrell menilai bahwa, meski faktor bullish jangka panjang tetap kuat, pasar perlu menyerap sejumlah risiko pada paruh pertama 2026.
Divergensi internal ini mencerminkan kerangka analisis yang berbeda, bukan perbedaan mendasar. Tom Lee fokus pada likuiditas jangka panjang dan tren struktural, sementara tim risiko lebih menekankan volatilitas siklus dan kemungkinan terjadinya koreksi.
Peluang Ethereum: Aset Digital yang Masih Undervalued
Optimisme Tom Lee tidak hanya terbatas pada Bitcoin—ia sangat bullish terhadap Ethereum (ETH), dengan argumen bahwa aset ini masih sangat undervalued dan tengah memasuki fase ekspansi multi-tahun yang mirip dengan siklus Bitcoin 2017–2021. Pandangan ini didukung oleh data on-chain. Skor MVRV Z menunjukkan bahwa pada kisaran $3.189 di awal Desember 2025, Ethereum masih undervalued.
Analis mencatat posisi pasar ETH diuntungkan oleh beberapa faktor utama: dominasinya di sektor tokenisasi aset (mengelola $1,19 miliar aset ter-tokenisasi, mewakili pangsa pasar 65,9%), arus masuk institusional yang meningkat melalui ETF, serta peran inti Ethereum sebagai treasury aset digital.
Keterkaitan Pasar Saham: Jalur Bullish S&P 500
Proyeksi pasar saham Tom Lee juga patut diperhatikan. Ia memprediksi S&P 500 akan mencapai 7.700 poin pada akhir 2026, didorong oleh ketahanan laba korporasi dan peningkatan produktivitas berkat kecerdasan buatan. Mayoritas institusi Wall Street mendukung pandangan ini, dengan proyeksi S&P 500 yang terkonsentrasi dalam rentang yang relatif sempit:
| Institusi/Strategist | Target S&P 500 untuk 2026 | Faktor Utama |
|---|---|---|
| Morgan Stanley | 7.800 poin | "Triple tailwinds" dari pemangkasan suku bunga Fed, pelonggaran regulasi, dan insentif pajak |
| Yardeni Research | 7.700 poin | Ledakan produktivitas "Roaring 2020s" berkat otomasi |
| Goldman Sachs | 7.600 poin | Pertumbuhan laba dari "Tech Magnificent Seven" dan adopsi AI |
| Bank of America | 7.100 poin | Pergeseran struktural dari pertumbuhan konsumsi ke belanja modal yang lebih tinggi |
Peringatan Risiko: Ketidakpastian Pasar di Depan Mata
Terlepas dari optimisme Tom Lee dan sejumlah analis lain, baik pasar kripto maupun saham menghadapi berbagai ketidakpastian jangka pendek. Variabel kebijakan makroekonomi, penembusan level support teknis utama, dan sentimen pasar yang terbelah dapat meningkatkan volatilitas. Analis Wall Street juga menyoroti ketidakpastian terkait nominasi ketua Fed oleh Trump, ketegangan geopolitik yang berlanjut, dan friksi perdagangan, yang berpotensi menjadi hambatan setelah reli kuat di pasar ekuitas baru-baru ini.
Untuk pasar kripto, faktor yang perlu diperhatikan meliputi perubahan regulasi, performa jaringan pasca pembaruan teknis, serta fluktuasi partisipasi institusional.
Berdasarkan data pasar Gate, Bitcoin telah kembali menembus $93.000 di awal 2026, tampak bergerak sesuai proyeksi Tom Lee. Pandangannya didukung oleh satu fakta penting: pada 2025, meski menghadapi berbagai tantangan, S&P 500 mencatat 39 rekor tertinggi dan membukukan kenaikan tahunan lebih dari 16%. Tren pasar mengonfirmasi observasi Lee, dan volatilitas saat ini kemungkinan besar menjadi fondasi bagi siklus kenaikan berikutnya. Perusahaannya, Bitmine Immersion Technologies, terus mengakumulasi Ethereum—bukan sebagai spekulasi, melainkan sebagai keputusan strategis treasury.


