Emas dan Perak Spot Melonjak Bersama: Sinyal Kembali ke $4.400 dan Tembus di Atas $76

Pasar
Diperbarui: 2026/01/05 07:13

Harga emas spot melonjak tajam pada awal perdagangan 5 Januari, kembali menembus level $4.400. Pada puncaknya, emas naik hingga 1,6% secara intraday, mencapai level tertinggi $4.420 per ons.

Sementara itu, harga perak spot mencatat kinerja yang bahkan lebih kuat, melesat lebih dari 4,47% dalam satu hari dan berhasil menembus level $76 per ons. Pasar logam mulia saat ini tengah mengalami reli baru, didorong oleh kombinasi ketegangan geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter, dan ketidakseimbangan struktural antara pasokan dan permintaan.

01 Dinamika Pasar

Pekan pertama tahun ini membawa volatilitas signifikan ke pasar logam mulia global. Pada 5 Januari, harga emas spot (London Gold) melonjak melewati batas psikologis $4.400 pada awal perdagangan, menetap di $4.400,530 per ons—kenaikan harian sebesar 1,59%.

Pada saat yang sama, harga futures emas COMEX juga mengikuti, naik sebesar 1,55%.

Reli perak bahkan lebih mencolok. Harga perak spot menembus $76 per ons, dengan kenaikan intraday mencapai 4,47%. Perbedaan kinerja ini menyoroti faktor pendorong yang berbeda antara kedua logam mulia tersebut.

Lonjakan permintaan aset safe haven secara tiba-tiba terkait langsung dengan aksi militer AS baru-baru ini di Venezuela. Peristiwa geopolitik ini mengguncang ekspektasi pasar akan ketenangan, mendorong arus modal secara cepat ke aset safe haven tradisional.

02 Fundamental Emas

Kembalinya harga emas di atas level $4.400 terutama didorong oleh dua faktor utama: meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada 2026.

Para analis mencatat bahwa konflik geopolitik telah memberikan dorongan baru pada reli logam mulia. Berdasarkan riset CSC Financial, operasi militer AS terbaru di Venezuela meningkatkan ketegangan global, memperkuat prospek bullish untuk logam mulia.

Dari perspektif teknikal, harga emas kini berada di titik krusial. Wang Wenhu, analis di Hongyuan Futures Research Institute, menunjukkan bahwa London Gold mendapat dukungan di kisaran $4.150–$4.250 per ons, sementara area $4.450–$4.550 menjadi zona resistensi utama.

Dalam jangka pendek, pasar memantau dua peristiwa penting: Pertama, Indeks Komoditas Bloomberg kemungkinan akan mengalami penyesuaian rebalancing antara 8 hingga 14 Januari, yang berpotensi memicu "teknikal selling" oleh dana pasif. Kedua, laporan non-farm payrolls AS bulan Desember yang akan dirilis pada 9 Januari, dapat berdampak signifikan terhadap harga emas.

03 Fundamental Perak

Berbeda dengan daya tarik safe haven emas, lonjakan perak di atas $76 didorong oleh kombinasi permintaan industri dan kekurangan pasokan.

Pasar perak global telah mengalami defisit pasokan selama lima tahun berturut-turut, dengan 2025 diperkirakan menjadi tahun kelima berturut-turut terjadinya kekurangan struktural. Ketidakseimbangan yang terus-menerus ini menjadi fondasi kuat bagi harga perak.

Permintaan industri kini menjadi mesin utama pertumbuhan perak. AS telah menetapkan perak sebagai mineral kritis untuk 2025, mengakui peran pentingnya dalam infrastruktur energi bersih.

Menariknya, infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kini muncul sebagai pendorong baru permintaan perak. Server yang dirancang untuk beban kerja AI mengonsumsi dua hingga tiga kali lebih banyak perak dibandingkan peralatan pusat data tradisional.

Pasokan perak tetap sangat inelastis. Sekitar 70%–80% perak diperoleh sebagai produk sampingan dari penambangan emas, tembaga, timbal, dan seng. Akibatnya, meski harga perak naik, para penambang tidak memiliki insentif langsung untuk meningkatkan produksi perak.

04 Hubungan Emas-Perak

Secara historis, perak diperdagangkan sebagai logam mulia sekunder, dengan pergerakan harganya sebagian besar mengikuti emas. Namun, 2025 menandai titik balik struktural.

Perak kini semakin digerakkan oleh fundamentalnya sendiri, bukan sekadar mengikuti sentimen investor atau harga emas. Pemisahan ini mencerminkan pergeseran dinamika pasar yang lebih dalam.

Saat ini, rasio emas-perak (dalam USD) berada di sekitar 65:1, menyempit secara signifikan dari rata-rata historis 80–90:1. Secara historis, ketika logam mulia memasuki pasar bullish, perak cenderung mengungguli emas—pola yang kembali muncul pada 2025.

Para analis meyakini $70 dapat menjadi tolok ukur baru bagi perak, bukan sekadar level tertinggi sementara. Citi Research memproyeksikan jika fundamental permintaan industri tetap kuat, perak akan terus mengungguli emas.

05 Prospek Pasar

Melihat ke 2026, para analis terbagi namun umumnya optimistis terhadap pasar perak. Pandangan konservatif seperti Peter Kraus melihat $50 sebagai lantai baru yang mulai terbentuk, dengan proyeksi dasar $70 untuk 2026.

Sementara itu, pandangan yang lebih bullish, seperti Frank Holmes dari US Global Investors, memperkirakan perak bisa menguji level $100 pada 2026, dengan permintaan investasi ritel berpotensi menjadi katalis utama percepatan harga.

Tentu saja, risiko penurunan tetap ada. Perlambatan ekonomi global dapat menekan permintaan industri, sementara koreksi likuiditas yang tak terduga bisa memicu penurunan tajam. Investor perlu memantau tren impor India, arus ETF, dan perubahan sentimen pasar secara cermat.

Di platform Gate, investor dapat berpartisipasi di pasar perak melalui token seperti SLVON, yang didukung oleh perak fisik. SLVON merupakan token real-world asset (RWA) yang diterbitkan oleh Ondo, mendukung transfer dan perdagangan secara on-chain.

Logam Mulia Harga Saat Ini Kenaikan Harian Pendorong Utama Resistensi Kunci Prospek Pasar
Emas $4.400,53/ons +1,59% Risiko geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga $4.450–$4.550 Dukungan menengah dari meningkatnya ketegangan
Perak Tembus $76/ons +4,47% Permintaan industri kuat, kekurangan pasokan Zona $78 Repricing struktural, $70 kemungkinan jadi tolok ukur baru

06 Kanal Investasi

Di Gate, investor memiliki berbagai cara untuk berpartisipasi dalam reli logam mulia ini. Selain memperdagangkan token RWA yang didukung aset fisik secara langsung, Gate juga meluncurkan kampanye perdagangan terkait.

Saat ini, Gate mengadakan event "Trading Championship Silver" dengan total hadiah 100.000 USDT untuk mendorong pengguna memperdagangkan kontrak perpetual SLVON/USDT. Trader futures perak pertama kali bisa mendapatkan airdrop 10 USDT.

Bagi yang ingin alokasi jangka panjang, penting untuk mempertimbangkan perbedaan karakteristik emas dan perak. Emas berfungsi utama sebagai penyimpan nilai dan aset safe haven, sementara perak menggabungkan karakteristik safe haven dan pertumbuhan industri.

"Pertarungan aset lindung nilai" antara kripto dan logam mulia juga patut dicermati. Beberapa analis meyakini setelah konsolidasi di 2025, Bitcoin dapat mengalami lonjakan pada 2026. Kelangkaan struktural dan adopsi institusional yang semakin cepat bisa menjadikannya pesaing kuat logam mulia.

Awal yang kuat pada pasar logam mulia di awal 2026 bukan sekadar peristiwa jangka pendek, melainkan awal dari tren struktural jangka panjang. Status safe haven emas dan nilai industri perak kini tengah mengalami repricing di era baru ini.

Bagi investor di platform Gate, kunci utamanya adalah memahami faktor fundamental ini dan menggunakan instrumen yang tepat untuk berpartisipasi di pasar sambil mengelola risiko. Baik melalui token konvensional berbasis fisik maupun metode perdagangan inovatif, tersedia beragam cara untuk mengakses pasar ini.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten