Menanggapi koreksi pasar jangka pendek dan pengetatan likuiditas di akhir tahun, Strategy memutuskan untuk membeli 1.229 bitcoin antara 22 hingga 28 Desember dengan harga rata-rata sebesar $88.568 per koin. Setelah akuisisi ini, perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor kini memiliki total 672.497 bitcoin, dengan rata-rata biaya kepemilikan sebesar $74.997 per koin.
Dinamika Pasar
Baru-baru ini, harga Bitcoin mengalami volatilitas yang signifikan. Pada akhir Desember, Bitcoin sempat kembali menembus level $90.000 sebelum kembali mendapat tekanan penurunan. Para analis mencatat bahwa rebound ini lebih didorong oleh faktor teknikal daripada adanya katalis baru di pasar. Selama periode libur akhir tahun, likuiditas pasar biasanya tipis sehingga harga menjadi lebih sensitif terhadap arus modal yang relatif kecil. Meskipun harga sempat pulih, sentimen pasar secara keseluruhan tetap berhati-hati. Sepanjang Desember, Bitcoin diperdagangkan dalam rentang $86.500 hingga $90.000.
Pasar juga terbebani oleh arus keluar ETF lebih dari $1 miliar yang terkait dengan tax-loss harvesting. Berdasarkan data terbaru dari Gate per 30 Desember, setelah periode volatilitas, Bitcoin kini bergerak di kisaran $88.000 hingga $90.000.
Langkah Kontrarian
Di tengah tekanan harga Bitcoin dan penurunan harga sahamnya sendiri, Strategy kembali mengambil langkah kontrarian yang menonjol. Berdasarkan dokumen yang diajukan ke US Securities and Exchange Commission, perusahaan membeli 1.229 bitcoin pada pekan terakhir. Nilai total transaksi ini sekitar $108,8 juta, dengan harga beli rata-rata $88.568 per koin. Menariknya, seluruh dana untuk pembelian Bitcoin dalam jumlah besar ini berasal dari penjualan saham biasa perusahaan. Pada periode yang sama, Strategy menjual 663.450 lembar saham MSTR dan menggunakan seluruh hasil bersihnya untuk membeli Bitcoin.
Setelah transaksi ini, imbal hasil investasi Bitcoin Strategy untuk tahun berjalan telah mencapai 23,2%. Sejak awal 2025, perusahaan telah mengalokasikan modal besar ke Bitcoin melalui program penerbitan saham yang berkelanjutan.
Lanskap Aset
Aksi akumulasi terbaru ini semakin memperkuat posisi Strategy sebagai salah satu pemegang korporasi Bitcoin terbesar di dunia. Per 28 Desember, total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai 672.497 koin, dengan total biaya akuisisi sekitar $50,44 miliar. Pada harga pasar saat ini, nilai aset tersebut jauh melampaui biaya perolehannya, menghasilkan keuntungan belum terealisasi yang signifikan bagi perusahaan.
Selain kepemilikan Bitcoin, Strategy juga memprioritaskan stabilitas keuangan. Perusahaan sebelumnya telah meningkatkan cadangan dolar AS-nya menjadi $2,19 miliar. Cadangan ini ditujukan untuk menutup setidaknya 12 bulan pembayaran dividen saham preferen dan bunga utang, dengan target jangka panjang untuk menutup 24 bulan atau lebih.
Para analis memiliki pandangan yang beragam terhadap pendekatan ini. Sebagian menilai langkah tersebut memperkuat kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam "crypto winter" berkepanjangan.
Pandangan Pasar yang Berbeda
Akumulasi Bitcoin secara berkelanjutan oleh Strategy memicu perdebatan di pasar. Para pendukung jangka panjang melihat langkah ini sebagai bentuk kepercayaan kuat terhadap strategi inti perusahaan dan nilai jangka panjang Bitcoin. Namun, para skeptis—seperti kritikus Bitcoin terkenal Peter Schiff—menunjukkan bahwa meskipun Strategy secara agresif membeli selama lima tahun terakhir dengan harga rata-rata sekitar $75.000, keuntungan belum terealisasi saat ini hanya menghasilkan imbal hasil tahunan yang terbilang biasa saja.
Dari perspektif perbandingan aset yang lebih luas, perdebatan masih berlangsung. Sejak 2015, apresiasi harga Bitcoin jauh melampaui logam mulia tradisional seperti emas dan perak. Namun, sebagian pihak berpendapat bahwa lingkungan pasar telah berubah secara signifikan dalam empat tahun terakhir, sehingga membandingkan data historis jangka sangat panjang mungkin tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Matt Golliher, co-founder Orange Horizon Wealth, mencatat bahwa perbedaan mendasar antara Bitcoin dan komoditas adalah pasokan Bitcoin yang tetap, sehingga terlindung dari mekanisme tradisional di mana kenaikan harga mendorong peningkatan produksi dan pasokan, yang pada akhirnya membatasi harga.
Prospek ke Depan
Menjelang awal 2026, perhatian pasar mulai beralih pada beberapa katalis utama potensial, termasuk kemungkinan pembalikan arus keluar ETF Bitcoin pada Januari, perkembangan regulasi, dan kebijakan moneter Federal Reserve. Data historis menunjukkan bahwa Bitcoin belum pernah mencatat penurunan dua tahun berturut-turut. Pola ini membuat sebagian pelaku pasar tetap optimis secara hati-hati terhadap prospek 2026.
Selain itu, tren makroekonomi menuju "de-dolarisasi" juga dapat mendukung aset seperti Bitcoin. Pasar memperkirakan bahwa, setelah pergantian kepemimpinan Federal Reserve pada 2026, kebijakan mungkin akan bergeser ke arah pemangkasan suku bunga, yang dapat menekan nilai dolar AS dan menguntungkan aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai, seperti emas, perak, dan Bitcoin.
Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise, meyakini bahwa Bitcoin akan terus memberikan imbal hasil yang kuat dalam dekade mendatang, meskipun volatilitas tahunan yang signifikan kemungkinan besar masih akan terjadi.
Ketika harga Bitcoin turun ke kisaran $88.000, Strategy secara tegas menginvestasikan lebih dari $100 juta untuk menambah kepemilikan. Langkah ini tidak hanya mendorong total cadangan Bitcoin perusahaan ke rekor 672.497 koin, tetapi juga membawa imbal hasil investasi Bitcoin tahunan mencapai 23,2%. Tindakan ini jelas menunjukkan komitmen jangka panjang untuk menempatkan Bitcoin sebagai aset cadangan utama perusahaan. Saat ini, pasar Bitcoin tengah menghadapi tantangan likuiditas akhir tahun dan konsolidasi harga. Namun, akumulasi institusional—seperti yang dilakukan Strategy—berdiri kontras dengan fluktuasi harga jangka pendek.
Bagi investor individu, menjaga rasionalitas, membuat keputusan berdasarkan toleransi risiko pribadi, serta memantau data real-time dan analisis mendalam dari platform seperti Gate mungkin lebih penting daripada sekadar mengejar pergerakan harga jangka pendek. Babak selanjutnya di pasar akan dibentuk oleh kombinasi keyakinan institusional, tren makroekonomi, dan inovasi teknologi.




