Reformasi Pajak di Inggris: Memasuki Era Baru "Tanpa Keuntungan, Tanpa Pajak" untuk DeFi

Pasar
Diperbarui: 11/28/2025 09:48

Minggu ini, His Majesty’s Revenue and Customs (HMRC) mengumumkan proposal pajak inovatif yang mendukung prinsip "no gain, no loss" untuk aktivitas peminjaman kripto dan pengelolaan liquidity pool. Inisiatif ini berpotensi merevolusi cara pengguna DeFi (Decentralized Finance) di Inggris dikenakan pajak.

Dalam sistem saat ini, pengguna DeFi yang menyetorkan dana ke suatu protokol—meskipun hanya untuk memperoleh imbal hasil atau digunakan sebagai jaminan pinjaman—dapat memicu kewajiban pajak capital gain. Pendekatan baru ini akan menunda pengenaan pajak hingga terjadi pelepasan aset yang benar-benar bermakna secara ekonomi.

01 Kerangka Pajak yang Mengubah Permainan

Pemerintah Inggris tengah merancang kerangka pajak baru yang dapat memberikan manfaat signifikan bagi pengguna DeFi.

Berdasarkan proposal minggu ini, HM Revenue & Customs kini mendukung penerapan prinsip "no gain, no loss" pada aktivitas peminjaman kripto dan pengelolaan liquidity pool.

Inti dari kebijakan ini terletak pada perubahan waktu pengenaan kewajiban pajak.

Saat ini, ketika pengguna DeFi menyetorkan dana ke suatu protokol—meskipun hanya untuk memperoleh imbal hasil atau sebagai jaminan pinjaman—mereka dapat dikenakan pajak capital gain.

Proposal baru ini akan menunda titik pengenaan pajak hingga aset benar-benar dilepas secara bermakna secara ekonomi, menandai perubahan fundamental dalam pendekatan pajak DeFi di Inggris.

02 Dari Sistem Lama ke Aturan Baru

Untuk memahami nilai reformasi pajak ini, penting membandingkan sistem saat ini dengan perubahan yang diusulkan.

Permasalahan pada Rezim Pajak Saat Ini

Menurut panduan HMRC tahun 2022, bahkan transfer token secara sementara ke liquidity pool atau penggunaan sebagai jaminan dapat dianggap sebagai "disposal" untuk tujuan pajak capital gain.

Artinya, pengguna yang sekadar berpartisipasi dalam aktivitas DeFi—seperti menyetorkan kripto ke protokol peminjaman atau menyediakan token ke automated market maker—langsung menghadapi kewajiban pajak.

Sistem ini jelas bermasalah: pengguna diwajibkan membayar pajak atas transfer aset yang mungkin hanya bersifat sementara, meskipun belum ada keuntungan nyata yang diperoleh.

Keunggulan Utama Aturan Baru

Pendekatan "no gain, no loss" (NGNL) yang diusulkan akan menunda pemicu pajak hingga pengguna benar-benar merealisasikan keuntungan atau kerugian.

Secara praktis, pengguna yang menyetorkan kripto ke protokol peminjaman atau menyediakan token ke automated market maker tidak lagi dikenakan pajak saat deposit dilakukan.

Pajak baru akan dikenakan ketika mereka akhirnya menjual atau memperdagangkan aset tersebut dan merealisasikan keuntungan atau kerugian.

Perubahan ini membuat aturan pajak lebih selaras dengan realitas operasional DeFi, mengurangi beban administratif dan mencegah hasil pajak yang tidak wajar.

03 Perlakuan Pajak dalam Skenario Kompleks

Prinsip pajak baru ini tidak hanya berlaku untuk skenario peminjaman dan deposit yang sederhana, tetapi juga mencakup pengaturan multi-token yang lebih kompleks.

Dalam proposal tersebut, jika pengguna menarik token lebih banyak daripada yang awalnya disetorkan, bagian keuntungan akan dikenakan pajak; jika menarik lebih sedikit, akan diperlakukan sebagai kerugian.

Logika ini juga berlaku pada skenario liquidity pool.

Ketika pengguna menyediakan token ke automated market maker, tindakan deposit dan penarikan itu sendiri tidak memicu kejadian pajak. Pengenaan pajak ditunda hingga pengguna akhirnya menjual atau memperdagangkan aset dan merealisasikan keuntungan atau kerugian.

Transaksi lintas chain juga sedang dipertimbangkan.

Tanggapan pemerintah menunjukkan bahwa skenario kompleks—termasuk wrapped token dan transaksi multi-chain—akan dipertimbangkan dalam pengembangan kebijakan.

Wrapped token merujuk pada token yang mewakili nilai dari token lain tetapi berada di blockchain berbeda, memungkinkan pengguna bertransaksi lebih fleksibel lintas blockchain.

04 Respons Industri dan Perkembangan Kebijakan

Proposal pajak ini mendapat sambutan hangat dan dukungan dari pelaku utama sektor DeFi.

Pendiri Aave, Stani.eth, mencatat bahwa ketika pengguna menyetorkan aset ke Aave, deposit tersebut tidak dianggap sebagai disposal untuk pajak capital gain, sehingga menerapkan prinsip "no gain, no loss".

Ia sangat memuji reformasi ini: "Bagi pengguna DeFi di Inggris yang ingin meminjam stablecoin dengan kripto sebagai jaminan, ini adalah kemenangan besar."

Ia menambahkan: "Kami mendukung DeFi dan memastikan perlakuan pajak atas interaksi dengan protokol peminjaman mencerminkan realitas ekonomi: pengguna yang meminjam dengan jaminan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas tidak berniat melepas aset mereka."

Proses Pengembangan Kebijakan

Konsep reformasi ini tidak muncul secara tiba-tiba. Pemerintah Inggris mulai mengumpulkan bukti pada musim panas 2022, diikuti konsultasi formal dari April hingga Juni 2023.

Selama konsultasi, HMRC menerima 32 tanggapan tertulis resmi dari individu, bisnis, profesional pajak, dan badan perwakilan.

Setelah konsultasi, HMRC terus melakukan diskusi informal yang konstruktif dengan penasihat dan pelaku industri untuk menyempurnakan aturan.

Saat ini, modelnya belum final, dan pemerintah masih berkonsultasi dengan profesional dan pengembang DeFi.

Walaupun HM Revenue & Customs belum menetapkan jadwal legislasi, mereka telah menyatakan akan terus berinteraksi dengan industri guna menilai kebutuhan regulasi.

05 Posisi Strategis Inggris dan Dampak Global

Reformasi pajak ini bukanlah peristiwa terpisah—melainkan bagian dari strategi Inggris yang lebih luas untuk membangun kerangka regulasi kripto yang komprehensif.

Perbandingan Model Regulasi Global

Kerangka "no gain, no loss" Inggris sangat kontras dengan pendekatan regulasi di Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa, yang akan berlaku penuh pada Desember 2024, menawarkan keunggulan kepatuhan lintas negara namun kurang fleksibel dalam klasifikasi regulasinya.

Lingkungan regulasi di Amerika Serikat bahkan lebih terfragmentasi, dengan aturan federal dan negara bagian yang saling tumpang tindih dan diawasi oleh Securities and Exchange Commission (SEC) serta Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Kerangka NGNL Inggris menawarkan jalan tengah: menyeimbangkan inovasi dan perlindungan konsumen, menghindari kekakuan Uni Eropa dan fragmentasi Amerika Serikat.

Langkah Pendukung dan Dampak Pasar

Selain reformasi pajak DeFi, Inggris telah memperluas akses ke instrumen investasi kripto yang mendapat perlakuan pajak khusus.

Mulai Oktober 2025, regulator Inggris akan mengizinkan investor ritel membeli crypto exchange-traded notes (cETN) melalui akun yang mendapat perlakuan pajak khusus seperti ISA dan dana pensiun.

Langkah strategis ini mengirimkan sinyal jelas: Inggris berkomitmen untuk menjadi pusat global keuangan kripto.

Menurut riset AInvest, pasar teknologi blockchain Inggris diperkirakan tumbuh menjadi 54,63 miliar dolar AS pada tahun 2033, menyoroti peran kejelasan regulasi dalam mendorong pertumbuhan.

Kepastian pajak yang lebih besar telah mendorong masuknya dana institusional ke produk ETP kripto hingga €1,7 miliar pada tahun 2025, mencerminkan meningkatnya kepercayaan institusi keuangan tradisional terhadap produk kripto yang diatur.

06 Prospek dan Tantangan

Meskipun proposal pemerintah Inggris mendapat banyak pujian, tantangan tetap ada.

Detail Teknis Menunggu Penjelasan

Pemerintah masih perlu menentukan bagaimana menerapkan prinsip NGNL pada pengaturan DeFi yang kompleks seperti yield farming dan yield aggregator.

Yield farming merujuk pada pengguna yang menyetorkan token hasil dari liquidity pool ke protokol terpisah untuk meningkatkan hasil.

Yield aggregator melibatkan pemindahan token di antara berbagai protokol peminjaman kripto dan liquidity pool, dengan strategi otomatis dan terprogram untuk mengoptimalkan imbal hasil.

Detail perlakuan pajak untuk skenario kompleks ini masih menunggu finalisasi.

Mencegah Penyalahgunaan dan Menjaga Integritas Sistem

Pemerintah juga harus memastikan aturan baru tidak disalahgunakan dan integritas sistem pajak tetap terjaga.

Beberapa responden telah menyampaikan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan dan merekomendasikan agar aturan mencakup perlindungan yang kuat.

Jadwal Legislasi Masih Belum Pasti

Walaupun proposal ini mendapat dukungan, jadwal legislasi masih belum jelas.

HM Revenue & Customs menyatakan akan terus berdialog dengan industri untuk menilai kebutuhan regulasi.

Artinya, implementasi final mungkin masih membutuhkan waktu.

Melihat ke Depan

Bagi pengguna Inggris yang beraktivitas DeFi di Gate, reformasi pajak ini menjanjikan kemudahan dalam berpartisipasi pada peminjaman kripto, penyediaan likuiditas, dan staking, serta lebih selaras dengan realitas ekonomi.

Setelah aturan baru berlaku, pengguna tidak perlu lagi khawatir memicu kewajiban pajak capital gain sementara hanya karena berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Pajak hanya akan dikenakan saat aset akhirnya dijual dengan keuntungan atau kerugian.

Meski modelnya belum final, proposal ini sudah menunjukkan arah masa depan pajak DeFi di Inggris—aturan pajak akan diselaraskan dengan mekanisme nyata DeFi, mendorong Inggris menuju tujuannya sebagai pusat keuangan kripto global.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten