Terlepas dari pengumuman Ripple mengenai investasi strategis senilai $500 juta yang dipimpin oleh Fortress Investment Group dan Citadel Securities—yang mendorong valuasinya menjadi $40 miliar—harga XRP justru terus mengalami penurunan yang tidak terduga.
Pada 7 November, harga XRP turun 4,14% ke $2,223, melewati seluruh rata-rata pergerakan utama dan menandakan tren bearish yang masih bertahan.
01 Performa Harga: Indikator Teknis dalam Tekanan
Kinerja pasar XRP saat ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan banyak investor. Berbagai indikator teknis menunjukkan bahwa aset digital ini menghadapi tekanan jual yang signifikan.
XRP kini diperdagangkan di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama, termasuk MA-20 ($2,4506), MA-50 ($2,6492), dan MA-200 ($2,6249), yang mengindikasikan tekanan turun pada jangka pendek, menengah, hingga panjang.
Resistensi dinamis berada di dekat garis Ichimoku Kijun, sekitar $2,3820, mengonfirmasi struktur pasar bearish yang dominan, tanpa adanya sinyal crossover.
Bukan hanya pergerakan harga—indikator momentum juga secara umum negatif. Baik MACD maupun ADX mengindikasikan potensi penurunan lanjutan.
Meskipun RSI (36,96), Stoch RSI (17,14), dan CCI (-123,07) semuanya menunjukkan bahwa XRP berada dalam kondisi oversold, minat beli masih lemah.
Situasi ini menandakan adanya sedikit divergensi antara oscillator oversold dan sinyal momentum bearish, namun tren turun intraday tetap terkonfirmasi.
02 Pendanaan Besar: Mengapa Pasar Tidak Merespons?
Di tengah lemahnya harga XRP, Ripple justru membawa kabar menggembirakan. Ripple berhasil menutup putaran pendanaan strategis senilai $500 juta, dipimpin oleh Fortress Investment Group dan Citadel Securities.
Investasi besar ini mendorong valuasi Ripple menjadi $40 miliar, menandakan kepercayaan institusional yang kuat terhadap perusahaan dan teknologinya.
Biasanya, pendanaan skala besar seperti ini akan mendorong harga aset naik—namun reaksi pasar XRP justru sebaliknya.
Diskoneksi antara harga dan fundamental ini memicu diskusi luas di kalangan analis pasar.
Analis Traders Union, Anton Kharitonov, mencatat: "Terlepas dari pertumbuhan institusional Ripple yang kuat dan kejelasan regulasi, harga XRP masih menghadapi tekanan jual yang berkelanjutan."
Fenomena ini menunjukkan bahwa, dalam situasi saat ini, faktor makro pasar mungkin lebih dominan daripada berita positif spesifik perusahaan dalam memengaruhi harga aset.
03 Ekspansi Strategis: Ambisi Ripple Melampaui Pendanaan
Selain putaran pendanaan besar, Ripple juga menunjukkan komitmennya untuk memperluas pengaruh pasar melalui serangkaian langkah strategis.
Perusahaan mengakuisisi Hidden Road senilai $1,25 miliar—sebuah perusahaan yang menangani volume transaksi tahunan lebih dari $3 triliun dan melayani lebih dari 300 klien institusional.
Kesepakatan ini menjadi salah satu yang terbesar di sektor aset digital, dan setelah rampung, Hidden Road resmi berganti nama menjadi Ripple Prime.
Ripple juga aktif menjalin kemitraan baru dengan institusi besar seperti Mastercard, WebBank, dan Gemini, guna mendorong adopsi XRP Ledger.
Stablecoin RLUSD milik Ripple juga mencatat kemajuan signifikan, dengan kapitalisasi pasar melampaui $1 miliar.
Menurut CoinGecko, RLUSD saat ini menempati peringkat ke-105 di antara mata uang kripto, dengan suplai beredar sekitar 1,02 miliar token.
Kemitraan dengan Mastercard menjadi sorotan tersendiri, menandai kali pertama bank yang diatur di AS menguji transaksi kartu kredit nyata di blockchain publik menggunakan stablecoin RLUSD milik Ripple.
04 Dinamika Pasar: Pasokan Menyusut dan Minat Institusional
Data on-chain menunjukkan beberapa sinyal positif untuk pasar XRP, meskipun performa harga masih lemah.
Sejak September, lebih dari 1,4 miliar XRP telah ditarik dari bursa—laju akumulasi tercepat sejak 2022.
Sementara itu, aktivitas jaringan melonjak, dengan lebih dari 21.000 dompet baru tercipta dalam 48 jam—rekor tertinggi sejak Januari.
Angka-angka ini mengindikasikan bahwa, meskipun ada tekanan harga jangka pendek, investor jangka panjang mungkin memanfaatkan harga rendah untuk mengakumulasi XRP.
Minat institusional juga terus meningkat. Dalam konferensi Ripple Swell 2025, Maxwell Stein dari tim aset digital BlackRock menyatakan bahwa pasar keuangan global kini siap untuk adopsi blockchain secara besar-besaran.
Ia mengungkapkan bahwa infrastruktur yang dibangun oleh perusahaan seperti Ripple dapat segera memfasilitasi aliran dana triliunan dolar secara on-chain.
05 Tren Bursa: Perubahan Cadangan XRP di Gate
Di tengah tekanan pasar secara keseluruhan, perubahan cadangan XRP di bursa menjadi sorotan komunitas.
Investor kripto Stern Drew mencatat dalam analisis media sosial bahwa Gate telah mengurangi kepemilikan XRP dari 780 juta menjadi 199 juta hanya dalam beberapa minggu—penurunan sebesar 69%.
Perubahan ini membuat posisi Gate turun dari pemegang XRP terbesar kelima menjadi di urutan bawah dari sepuluh besar.
Analisis Drew menunjukkan bahwa total penjualan Gate mencapai sekitar 581 juta XRP, senilai hampir $300 juta berdasarkan harga pasar saat ini.
Ia juga mengklaim bahwa 40% dari arus keluar ini dilakukan melalui meja OTC yang terhubung ke institusi di New York, dengan waktu transaksi yang sangat berdekatan dengan setiap penurunan harga XRP yang signifikan.
Menariknya, 72% aktivitas penjualan terjadi pada jam-jam likuiditas rendah (02:00 hingga 05:00 UTC).
Walaupun klaim ini didasarkan pada analisis satu investor dan belum diverifikasi secara independen, hal ini telah memicu diskusi komunitas mengenai bagaimana perilaku bursa dapat memengaruhi harga.
06 Prospek: Bearish Jangka Pendek, Potensi Jangka Panjang
Para analis terbagi dalam memandang masa depan XRP, namun sebagian besar tetap berhati-hati dalam jangka pendek.
Rentang harga yang diperkirakan untuk lima hari perdagangan ke depan adalah $0,6735 hingga $2,1859, dengan peluang kenaikan kecil (kurang dari 20%), sehingga penurunan lanjutan lebih mungkin terjadi.
Skenario dasar adalah pergerakan sideways antara $2,1859 dan $2,3820.
Untuk skenario bullish, XRP perlu menembus resistensi Ichimoku dan menargetkan rata-rata pergerakan 20 hari, namun saat ini hal tersebut tampak sulit tercapai.
Skenario bearish akan terjadi jika harga turun di bawah $2,1859, membuka risiko penurunan lebih lanjut, mengarah ke level terendah mingguan terbaru dan menandakan tekanan jual yang berkelanjutan.
Meski demikian, proyeksi jangka menengah dan panjang tetap positif: proyeksi 3 bulan memperkirakan kenaikan 60,16% ke $3,5614, outlook 6 bulan melihat kenaikan 51,43% ke $3,3673, dan proyeksi 1 tahun memprediksi lonjakan 87,84% ke $4,1771.
Selain itu, spekulasi mengenai ETF XRP BlackRock semakin berkembang, sebuah perkembangan yang dapat mengubah alokasi institusional terhadap aset ini.
Para analis mencatat bahwa produk semacam itu akan memberikan pengakuan regulasi dan menarik miliaran dana masuk, berpotensi mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang bagi XRP.
Prospek Ke Depan
Analis pasar menyoroti bahwa dalam lima hari ke depan, rentang harga XRP yang diharapkan adalah $0,6735 hingga $2,1859, dengan peluang kenaikan kurang dari 20%. Jika harga mampu bertahan di atas level support $2,30, para analis memperkirakan potensi pergerakan menuju kisaran $2,60 hingga $3,00.
Terlepas dari kelemahan harga jangka pendek, data on-chain menunjukkan bahwa lebih dari 1,4 miliar XRP telah ditarik dari bursa sejak September—laju akumulasi tercepat sejak 2022. Pola akumulasi ini mengindikasikan bahwa investor berpengalaman mungkin sedang memposisikan diri di tengah pelemahan harga, mempersiapkan diri untuk siklus kenaikan berikutnya.




